Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Duduk Perkara Brimob Maluku Bentak Babinsa jadi Viral di Medsos

Duduk Perkara Brimob Maluku Bentak Babinsa jadi Viral di Medsos Viral Anggota Brimob Cekcok dengan Babinsa TNI AD. Instagram/@infokomando.official ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Beredar video viral adu mulut antara seorang anggota Babinsa TNI dan Polri (Brimob) saat operasi penertiban kawasan tambang emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku beberapa waktu lalu

Menanggapi persoalan tersebut, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Rum Ohoirat, mengaku, kejadian tersebut hanyalah kesalahpahaman dan telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak, termasuk TNI Kodam XVI/Pattimura.

"Bapak Kapolda Maluku juga sudah berkoordinasi dengan Bapak Pangdam XVI/Pattimura, dan kejadian itu hanyalah kesalahpahaman saja, sudah diselesaikan kedua pihak," kata Ohoirat, saat dikonfirmasi Rabu (8/2)

Ohoirat menjelaskan duduk perkara, kalau video adu mulut yang tersebar viral di medsos tidak utuh dan hanyalah penggalan dengan hanya merekam bagian saat mereka berdua adu mulut.

Karena, kesalahpahaman antara kedua anggota yakni, Serka Marjan, Anggota Babinsa dari Koramil 1506-04 Waeyapo dan Anggota Brimob diketahui AKP Upril Uspril Walter Funwebun.

"Kami juga salut kepada kedua anggota itu karena tidak sampai terlibat adu fisik. Ini juga pertanda keduanya saling menghargai. Hanya karena viral saja di medsos, sehingga menimbulkan multitafsir," jelasnya.

Senada dengan Ohoirat, Kapendam XVI/Pattimura Adi Prayoga, menambahkan, persoalan adu mulut tersebut sudah diselesaikan oleh kedua belah pihak secara kekeluargaan.

"Sekali lagi kami sampaikan bahwa kejadian itu hanya salah paham saja dan mis komunikasi antara anggota Babinsa dengan anggota Brimob. Tapi semuanya sudah berakhir, dan sudah diselesaikan secara damai," terangnya.

Polda Maluku sendiri saat ini tengah melaksanakan operasi penertiban terhadap Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan tambang emas Gunung Botak, Buru.

Operasi penertiban terhadap para penambang ilegal tersebut dilakukan bersama tim terpadu yang meliputi TNI, Polri dan instansi terkait lainnya.

"Jadi operasi ini dilakukan oleh tim terpadu bersama TNI dan instansi terkait. Kalaupun ada hambatan di lapangan pasti diselesaikan dengan baik dan masing-masing kesatuan telah melakukan pembinaan terhadap yang bersangkutan," tambah Ohoirat.

Operasi penertiban dilakukan karena masyarakat kerap mengeluhkan seringnya terjadi tindakan kriminalitas di kawasan tambang.

"Masyarakat juga melaporkan kalau aktivitas tambang merusak lingkungan, dan sudah beberapa kali terjadi kriminalitas yang meresahkan warga," katanya.

Selain itu, kata dia, berdasarkan laporan yang diterima, masyarakat juga mengaku banyak orang luar dari Pulau Buru yang masuk melakukan aktivitas PETI di Gunung Botak.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP