Dua Tahun Pemerintahan Jokowi, KontraS Catat Serangan Digital Semakin Masif
Merdeka.com - Serangan digital semakin nyata di tahun kedua Jokowi-Ma'ruf. Berdasarkan hasil pemantauan KontraS, isu yang seringkali dibahas oleh masyarakat dan mendapatkan serangan digital yaitu mengenai isu korupsi. Puncaknya, saat masyarakat membahas tentang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).
"Kami melihat bahwa pergerakan serangan digital terhadap isu korupsi seiring dengan ramainya perbincangan mengenai penghentian terhadap 57+ pegawai KPK," demikian laporan KontraS yang dikutip pada Rabu (20/10).
Dalam laporan tersebut, KontraS mengamati serangan digital dilakukan menggunakan akun anonim. Yang disayangkan KontraS, serangan digital masif seperti doxing dan peretasan akun tak kunjung mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.
"KontraS menilai bahwa ancaman- ancaman melalui media digital yang semakin masif sepatutnya mendapatkan perhatian secara khusus terlebih lagi kepada pihak yang seharusnya bertanggung jawab seperti pemerintahan."
Laporan KontraS juga menyampaikan, kemajuan teknologi informasi seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk merefleksikan berbagai macam permasalahan. Bukan sebaliknya.
Pantauan KontraS, setiap individu menyuarakan kritik terhadap pemerintah kerap mendapatkan serangan digital. Hal ini diperparah, saat kritik justru direspon dengan penerapan Undang-Undang ITE.
Dengan respon seperti itu, KontraS menilai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan terus menurun.
"Semakin maraknya dalih penggunaan UU ITE dalam melakukan penangkapan, akan berpengaruh pada kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan, terlebih lagi dalam dua tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo," tutup laporan KontraS.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya