Dua polisi luka tembak saat kontak senjata dengan teroris Poso
Merdeka.com - Densus 88 beserta Polda Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, terlibat baku tembak dengan sekelompok teroris yang merupakan jaringan Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso, di Poso, Sulawesi Tenggara, Minggu (24/5) malam kemarin. Dalam insiden tersebut, dua orang teroris tewas di tempat saat timah panas bersarang di tubuhnya.
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Agus Rianto mengatakan, selain menewaskan dua orang teroris, dua anggota Sat I Gegana Korps Brimob Polda Polda Sulawesi Tengah juga mengalami luka tembak. Mereka adalah Bripka Wayan Pande dan Brigadir Wayan Sedana.
"Bripka Pande mengalami luka tembak di lengan dan paha sedangkan Brigadir Sedana mengalami luka di pelipis akibat perlawanan saat hendak mengamankan tersangka," kata Agus di Mabes Polri, Senin (25/5).
Agus melanjutkan, kedua anggota tersebut, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Parigi untuk penanganan awal. "Rencananya sore ini akan di bawa ke Jakarta dipindah ke RS Polri," paparnya.
Sebelumnya diberitakan, dua orang teroris ditembak mati dalam sebuah baku tembak yang berlangsung Minggu (24/5) malam. Diduga kuat, keduanya merupakan anggota Mujahiddin Indonesia Timur yang dipimpin Santoso.
"Saya belum dapat informasi identitas kedua korban tewas," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah, AKBP Hari Suprapto di Palu, seperti dilansir Antara.
Baku tembak tersebut berlangsung sekitar pukul 19.00 WITA itu. Salah seorang polisi dilaporkan mengalami luka tembak, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya