Dua perampok turis roboh diterjang timah panas
Merdeka.com - Dua tersangka perampok diringkus di kawasan Pasar Bengkok, Medan, Jumat (9/5). Keduanya diduga sering beraksi dan pernah merampok turis asing.
Tersangka yang ditangkap masing-masing MK (17), warga Jalan Gurilla, dan Raja Nanda (20), warga Jalan M Yakub, Medan. Keduanya dilaporkan sempat melakukan perlawanan saat akan diringkus. Namun, mereka akhirnya roboh setelah petugas menembak bagian kakinya.
Kedua tersangka diperkirakan sudah beraksi belasan kali. Bahkan mereka ditenggarai pernah merampok hingga korbannya meninggal dunia.
Raja Nanda dan MK juga diduga kuat sebagai bagian dari pelaku perampokan terhadap turis asing di Kota Medan. Sebab, dari keduanya disita 3 eksemplar paspor asing, 8 lembar mata uang Singapura, Thailand, Malaysia, Cina, serta 20 lembar kartu ATM dan sejumlah kartu identitas.
"Dari pemeriksaan yang kami lakukan, ada beberapa lokasi yang menjadi sasaran mereka, yaitu Lapangan Merdeka, Jalan Slamet Ketaren, dekat kampus Unimed, dan di Jalan Ahmad Yani," kata Kapolsekta Percut Sei Tuan Kompol Ronald Sipayung.
Dia menambahkan, mereka masih mencari informasi dari polsek-polsek lain mengenai aksi kedua pelaku. "Kami juga masih melakukan pengembangan. Kemungkinan ada pelaku lain," sambung Ronald.
Dari catatan kriminalnya, tersangka Raja Nanda merupakan seorang residivis. Dia pernah mendekam di Lapas Tanjung Gusta Medan.
Saat ditanyai di Mapolsek Percut Sei Tuan, Raja Nanda mengaku merampok untuk mendapatkan uang agar dapat membeli narkoba. "Mau beli sabu-sabu," akunya.
Raja Nanda tidak ingat lagi berapa kali melakukan perampokan. Namun, dia mengaku pernah merampok turis asing. Bahkan mereka ditangkap saat membakar paspor dan kartu identitas korban. "Pas polisi datang, kami mau lari, makanya ditembak," akunya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya