Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dua Cawali Surabaya Perang Klaim Unggul Hasil Survei

Dua Cawali Surabaya Perang Klaim Unggul Hasil Survei Ilustrasi Pilkada Serentak. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Perang klaim keunggulan berdasarkan hasil survei terjadi di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya. Jika sebelumnya pasangan calon (Paslon) Eri Cahyadi-Armuji (Erji) mengklaim unggul 6 persen, kini giliran paslon Machfud-Mujiaman (Maju) yang mengklaim unggul 20 persen.

"Hasil survei internal kami justru pasangan MAJU unggul 20 persen," ujar Direktur Komunikasi dan Media Tim Pemenangan MAJU, Imam Syafi’i, Selasa (27/10).

Anggota Komisi A DPRD Surabaya ini pun menyebut, hasil survei internal PDIP yang mengklaim unggul 6 persen itu dianggap tidak nyambung dengan fakta di lapangan.

"Kalau Erji memang sudah unggul dari Maju, kan mestinya Bu Risma bisa lebih tenang. Bukan sebaliknya harus ngoyo sampai banyak laporan dugaan adanya pelanggaran dan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan Bu Risma untuk memenangkan Erji," paparnya.

Ia pun menegaskan, jika pihaknya curiga dengan hasil survei internal Paslon Erji yang dianggapnya mengingkari akal sehat. Ia bahkan mengklaim, jika survei internalnya lebih unggul jauh dari lawan.

"Saya justru merasa curiga hasil survei internal mereka kurang bagus sehingga terus menerus membuat narasi yang mengingkari fakta dan akal sehat. Karena sekali lagi hasil survei internal kami, Poltracking, unggul jauh," tegasnya.

Imam menduga, unggul 6 persen itu hanya klaim tim pemenangan Eri-Armuji. Apalagi, setelah klaim unggul, Eri-Armuji membuat isu tim MAJU galau, dan membuat tuduhan banyak APK Eri-Armuji dirusak pihak lain memuat hasil survei mereka unggul 6 persen.

"Ini seperti rangkaian framing seolah seolah Erji betul betul sudah unggul atas Maju, lalu pihak pendukung Maju frustasi dan merusak APK Erji. Ya seperti playing victim, untuk mencari simpati publik" jelasnya.

Imam mempersilahkan petugas untuk menangkap siapapun yang dengan sengaja merusak APK kedua paslon walikota dan wakil walikota surabaya. Imam yakin mereka bukan tim atau relawan MAJU.

Politisi Partai Nasdem ini mengungkapkan, yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Banner dan baliho Eri-Armuji berdiri tegak meski di tempat yang terlarang. Sementara baner dan baliho MAJU banyak yang dibongkar oleh petugas Satpol PP.

"Yang terjadi selama ini malah tebang pilih, baliho MAJU dibabat habis, biarpun itu di jalan kampung. MAJU tidak akan menggunakan cara-cara keji, fitnah dan tidak beradab. Pak Machfud Arifin sudah menegaskan harus menang dengan bermartabat," tukasnya.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengklaim, berdasarkan hasil survei internal, Paslon Eri-Armuji unggul 6 persen dari lawan politiknya, paslon Machfud-Mujiaman.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP