Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dua Anggota Polda Jabar Meninggal Dunia Saat Pengamanan Pemilu 2019

Dua Anggota Polda Jabar Meninggal Dunia Saat Pengamanan Pemilu 2019 Sulitnya Pendistribusian Logistik Pemilu 2019. ©AFP/Juni Kriswanto

Merdeka.com - Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan dua anggotanya gugur saat menjalankan tugas pengamanan Pemilu 2019. Diduga keduanya meninggal dunia akibat kelelahan.

Dua personel yang gugur adalah Aiptu (Ipda Anumerta) M Saepudin anggota Bhabinkamtibmas Cilengkrang, Polsek Cileunyi yang meninggal dunia karena kelelahan saat mengawal surat suara. Satu orang lainnya Bripka (Aipda Anumerta) Mashadi yang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas saat menuju ke TPS 14 Desa Plumbon, Kabupaten Indramayu.

"Aiptu Saepudin mengawal kotak suara hingga sesak nafas besoknya meninggal. Satu lagi di Indramayu menabrak pohon dan meninggal dunia," Kata Agung di Mapolda Jabar, Senin (22/4).

Sebagai penghargaan atas jasa kedua personel yang gugur tersebut Polda Jabar menaikkan pangkatnya satu tingkat.

"Sebagai tanggung jawab pimpinan, sudah kita lakukan semua naik pangkat setingkat anumerta," kata Agung.

Sementara itu Gubernur Jabar, Ridwan Kamil juga berbelasungkawa atas meninggalnya panitia pemungutan suara hingga anggota Polri.

Menurutnya, hingga saat ini ada 37 orang warga di Jawa Barat yang meninggal usai menjalankan tugas sebagai panitia pemungutan suara.

"Hari ini laporan yang meninggal dunia adalah 37 orang. Polisi ada 2 orang menurut Kapolda. Jadi mereka yang meninggal dunia demi perahu Indonesia ini, 39 orang," kata pria yang akrab disapa Emil.

Selain itu, Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono juga berpesan agar masyarakat bisa merawat keamanan usai Pemilu. Dia meminta masyarakat menyikapi hasil Pemilu dengan menunggu penghitungan resmi dari KPU.

"Saya berpesan, kita memang boleh beda pilihan, tapi yang perlu diutamakan merawat keamanan dan kesejahteraan. Karena keamanan dan kesejahteraan mahal," Kata Tri.

Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, sebanyak 15 anggota polri meninggal saat mengamankan pileg dan pilpres 2019. Sebagian besar penyebabnya diduga karena kelelahan.

"Informasi dari SDM, anggota yang meninggal ada di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, NTT, NTB, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan di wilayah hukum Polda Metro Jaya," ucap Dedi.

Dedi mengatakan, anggota yang meninggal berada sebagian besar berada di luar Jawa. Menurut catatannya, yang paling banyak yakni NTT, Kalimantan, NTB, dan Sulawesi Selatan.

"Mungkin kondisi kesehatannya, dan memang tuntutan tugas cukup banyak karena kondisi tiap orang berbeda. Pun demikian kondisi geografis di TPS yang dijaga," terang dia.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP