Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Drama pembebasan mahasiswi yang diculik gara-gara utang piutang

Drama pembebasan mahasiswi yang diculik gara-gara utang piutang Ilustrasi Penganiayaan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Ismawati Tiara (25), mahasiswi Poltekes Kementerian Kesehatan Jambi jurusan kebidanan diculik oleh dua orang. kasus ini bermula dari masalah utang piutang. Ismawati diculik pada 2 Februari lalu, dan berhasil ditemukan pada Sabtu (14/2).

Kapolsek Telanaipura Jambi, Kompol Doni Wahyudi mengatakan atas informasi keluarga korban penculikan, anggota polsek berhasil mengamankan dua orang pelaku penculikan.

Menurut keluarga korban, keponakan perempuannya itu diculik dua pekan lalu oleh teman kakak korban sendiri, terkait masalah utang piutang karena tidak kunjung dibayar, maka pelaku menyuruh orang untuk menculiknya dan dimintai sejumlah uang jika adiknya ingin selamat.

Sekarang korban sudah kembali kepada keluarganya, sementara dua orang pelaku sudah diamankan di Mapolsek Telanaipura.

Pelaku mendapatkan korban saat di rumahnya dan ada sekitar empat orang yang menculik korban dan waktu itu segera dibawa ke daerah perkebunan di kawasan Kabupaten Bayung Lincir, Sumatera Selatan.

Dalam perjalanan, korban sudah berusaha melarikan diri namun karena diancam dengan menggunakan pistol, tidak bisa melawan lagi. Sesampainya di Bayung Lincir, korban ditempatkan di sebuah pondok kecil di kebun karet dan di sana diawasi oleh dua orang pelaku.

Di sana, cerita korban, dia disekap selama tujuh hari lebih sebelum dibebaskan dan ditemukan oleh pihak Kepolisian Polsek Telanaipura jambi.

Selama tujuh hari lebih di sana, pelaku terus berkomunikasi dengan keluarga korban, di mana pelaku meminta tebusan uang tunai sebanyak Rp 120 juta, karena keluarga keberatan dan tidak mempunyai uang sebesar itu maka disepakati hanya Rp 85 juta.

Pihak pelaku minta uang tersebut ditransfer dan oleh keluarga korban inginnya disetorkan langsung tunai dan serah terima dengan korban.

Sebelum disetor, keluarga melapor ke polisi dan langsung berkomunikasi untuk bertransaksi dan jemput korban di Bayung Lincir, sehingga pelakunya berhasil ditangkap namun dari empat pelaku penculikan baru dua orang yang tertangkap, sedangkan dua orang lagi kabur dari buruan polisi saat menyerahkan uang tunai itu.

"Kami telah mengantongi indentitas kedua pelaku yang kabur tersebut, dan anggota saat ini masih terus mengejar dan memburu mereka," kata Doni.

Sementara itu, menurut korban, dirinya disekap di dalam perkebunan karet selama tujuh hari lebih dengan pengawalan ketat oleh dua orang pelaku.

Beruntung, selama tujuh hari dalam perkebunan yang tidak dikenal korban, dia tidak diapa-apakan oleh pelaku, hanya saja di sana dia terkadang diberikan makan terkadang tidak.

Sementara dua pelaku yang berhasil ditangkap, yaitu Wawan dan Defri yang mengaku hanya disuruh oleh bosnya yang ada di Bayung dan terlibat hutang piutang kepada kakak kandung korban.

Kini kasus penculikan dan penyekapan mahasiswi itu sedang ditangani Polsek Telanaipura Jambi, dan polisi masih mengembangkan kasusnya untuk mengungkap siapa saja pelaku yang terlibat dalam kasus ini.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP