Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DPRD tuding PT Pelindo Benoa hancurkan Pulau Pudut di Teluk Benoa

DPRD tuding PT Pelindo Benoa hancurkan Pulau Pudut di Teluk Benoa

Merdeka.com - Di tengah usaha pemerintah menyelamatkan Pulau Pudut mungil di Teluk Benoa yang mulai tenggelam, kini muncul tudingan dari DPRD Bali, bahwa itu sengaja dihancurkan untuk ditenggelamkan oleh pihak PT Pelindo Benoa. Lontaran pedas ini dikemukakan oleh Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali Ketut Tama Tenaya, Kamis (15/1) di Denpasar, Bali.

"Abrasi di Pulau Pudut sudah semakin parah. Selain karena hantaman gelombang laut, saya menduga pasirnya disedot Pelindo lalu dikumpulkan di perairan Benoa," kata Tama Tenaya.

Pulau Pudut terancam hilang dari peta Kabupaten Badung. "Penghancuran ini oleh PT Pelindo Benoa, dengan mengeruk pasir di perut Pulau Pudut," ungkapnya.

Katanya, pengerukan pasir Pulau Pudut ini dilakukan dengan dalih mengeruk Pelabuhan Benoa yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Politisi PDIP asal Nusa Dua ini mengaku terus memantau pengerukan yang dilakukan Pelindo Benoa. Bahkan kuat dugaan, material hasil kerukan yang saat ini ditumpuk di sebelah timur Pelabuhan Benoa, justru akan dimanfaatkan sebagai material utama untuk melakukan reklamasi di kawasan perairan Benoa.

Celakanya, aktivitas pengerukan yang dilakukan Pelindo Benoa tersebut juga tanpa didahului analisis dampak lingkungan (Amdal). Buktinya, pihak Pelindo Benoa justru kebingungan terkait penyimpanan material hasil kerukan serta peruntukannya.

"Nanti akan kami kaji secara mendalam. Kalau memang benar melanggar, harus ditindak tegas," tandas Tama Tenaya.

Sebelumnya, Senin (12/1) lalu, Komisi I DPRD Provinsi Bali sudah memanggil pihak Pelindo dan Syahbandar Pelabuhan Benoa. Pada kesempatan tersebut Kepala Syahbandar Pelabuhan Benoa, Guritno, membenarkan adanya pengerukan yang merupakan program yang dilakukan sejak 2012. Guritno saat itu mengaku bahwa ini dilakukan untuk aspek keselamatan pelayaran. Katanya, dari hasil keruk ini, pihaknya belum berani apa-apa, karena Amdal belum ada

"Kami memang melakukan pengerukan, tetapi belum kami gunakan, karena hasil amdal memang belum ada. Kami hanya menyelamatkan pelayaran," ujar Guritno.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP