DPRD Bekasi minta polisi usut pesta bikini siswa SMA
Merdeka.com - Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi, Ronny Hermawan meminta kepada aparat Kepolisian melacak penyebar undangan pesta bikini yang tercantum SMAN 8 Kota Bekasi.
"Jika ada pelanggaran maka ditindak saja," kata Ronny kepada merdeka.com di Bekasi, Kamis (23/4).
Menurut dia, bahwa ajakan melalui media sosial Youtube terkait pesta bikini itu merupakan ajang mencari sensasi. Sifatnya kata dia, memancing agar siswa datang dan meramaikan acara itu.
"Saya minta polisi untuk melacak, dan memantaunya," katanya.
Menurut dia, ajak itu Jangan sampai ada pembiaran, sebab dikhawatirkan nantinya akan menyebar ke daerah daerah lain lalu daerah itu menjadi ikut-ikutan pesta bikini ketika merayakan kelulusan usai UN.
"Kepala sekolah juga agar memantau, libatkan komunikasi degan orang tua, OSIS dan guru agar jangan sampai ada siswanya yang terjebak," kata Ronny.
Seperti diketahui, sebuah event organizer memposting event merayakan UN dalam sebuah pesta. Mirisnya, pesta yang dimaksud adalah Pool Party alias pesta bikini.
Undangan itu disampaikan dalam sebuah video bertajuk 'GoodBye UN Pool Party Divine Production SPLASH AFTER CLASS'. Video yang diunggah di Youtube ini sempat ditonton lebih dari 3 ribu orang.
Video ini berisi ajakan bagi para pelajar yang baru saja menempuh ujian nasional untuk menghadiri 'GoodBye UN Pool Party'. Acara ini sedianya akan diadakan di Pool Area The Media Hotel & Towers 25 April mendatang.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya