DPR Sebut Izin BPOM Beri Kepastian Keamanan dan Khasiat Vaksin Sinovac
Merdeka.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac. BPOM memastikan vaksin Sinovac aman, serta efikasi berdasarkan uji klinis di Bandung sebesar 65,3 persen.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena mengapresiasi BPOM yang telah memberikan izin. Melki mengatakan izin tersebut tentu ditunggu semua pihak.
"Hasil yang disampaikan BPOM bahwa hasil uji klinis vaksin sinovac di Indonesia memenuhi ketentuan WHO tentu disambut positif oleh semua kalangan yang selama ini menunggu hasil penelitian BPOM," ujarnya kepada wartawan, Senin (11/1).
Melki menuturkan, izin yang diberikan BPOM memberikan kepastian bahwa vaksin Sinovac aman juga berkhasiat.
"EUA yang diberikan BPOM RI hari ini memberi kepastian dan kejelasan kepada semua pihak bahwa vaksin sinovac aman, berkhasiat dan efektif diberikan kepada masyarakat yang tahapannya sudah disampaikan pemerintah melalui KPC PEN," jelas politikus Golkar ini.
Izin ini tentunya memberikan lampu hijau vaksinasi dimulai pada 13 Januari. Presiden Joko Widodo rencananya akan menjadi pihak pertama yang divaksin.
"Dukungan semua pihak sangat diperlukan untuk memastikan vaksinasi yang segera berjalan diterima dengan baik dan dapat dilaksanakan di lapangan dengan baik dan sukses oleh tenaga kesehatan yang bertugas," ujarnya.
Melki mengingatkan vaksinasi yang berjalan harus paralel dengan disiplin dan kepatuhan masyarakat. Vaksinasi harus dibarengi kesadaran rakyat untuk menjalankan 3M dan menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas.
"Dukungan para tokoh bangsa lintas sektor dan daerah untuk mengajak rakyat sukseskan vaksinasi dan tetap disiplin jalankan protokol kesehatan 3 M plus 2 M harus tetap dijalankan secara konsisten dan jangan kendor sampai pandemi benar benar bisa dikendalikan," pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memutuskan memberikan emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan kepada vaksin Covid-19 Sinovac. Keputusan diambil berdasarkan hasil pengujian terhadap data uji klinik fase 3 vaksin Sinovac di Bandung, Jawa Barat.
"Pada Senin 11 Januari, Badan POM memberikan emergency use authorization pada kondisi emergency untuk vaksin CoronaVac produksi Sinovac yang bekerja sama dengan Bio Farma," kata Kepala BPOM, Penny K. Lukito, dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BPOM RI, Senin (11/1).
Hasil pengujian menunjukkan, vaksin Sinovac aman untuk digunakan dan efek samping yang ditimbulkan ringan hingga sedang.
"Secara keseluruhan menunjukkan vaksin Covid-19 aman dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang," ujarnya.
Ada dua efek samping yang muncul pada vaksin Sinovac. Pertama, efek samping lokal berupa nyeri, iritasi dan pembengkakan. Kedua, efek samping sistemik berupa nyeri otot dan demam.
"Frekuensi efek samping dengan derajat berat sakit kepala, gangguan di kulit atau diare yang dilaporkan hanya 0,1 sampai 1 persen. Efek samping tersebut merupakan efek samping yang tidak berbahaya dan dapat pulih kembali," jelasnya.
"Sehingga secara keseluruhan efek samping ini juga dialami pada subjek yang mendapat plasebo," sambungnya.
Sementara itu, efikasi vaksin Sinovac berdasarkan data uji klinis fase 3 di Bandung sebesar 65,3 persen. Adapun laporan efikasi hasil uji klinik fase 3 Sinovac di Turki sebesar 91,25 persen dan Brasil 78 persen.
"Hasil tersebut sudah sesuai dengan WHO, di mana minimal efikasi vaksin adalah 50 persen," tandasnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya