DPR sebut Hercules TNI sudah uzur & pakai suku cadang abal-abal
Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR, Syaifullah Tamliha meminta pemerintah untuk tidak memaksakan penggunaan Pesawat Hercules tergolong sudah berusia uzur milik TNI. Apalagi pabrik pesawat Hercules itu sudah tutup, sehingga perbaikan menggunakan suku cadang abal-abal.
"Kita meminta TNI tidak lagi memaksakan pesawat tua seperti Hercules yang pabriknya pun sudah tutup. Sehingga spare part untuk perbaikan-perbaikan pesawat yang semestinya sudah diganti itu tidak lagi menggunakan KW 1, 2, atau 3," kata Tamliha di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/12).
Politisi PPP ini berharap para pesawat TNI sudah tua lebih baik dimasukkan museum. Gugurnya prajurit TNI akibat kecelakaan pesawat Hercules tidak sebanding dengan biaya dikeluarkan Indonesia untuk melakukan rekondisi pesawat itu.
"Kita berharap pesawat-pesawat milik TNI yang sudah tidak ada lagi pabriknya itu dikandangkan saja ke hanggar pesawat untuk dijadikan sejenis museum untuk generasi muda bahwa kita punya pesawat itu. Gugurnya prajurit-prajurit itu kan artinya kita kehilangan SDM yang andal dan itu tidak terhitung nilainya," terangnya.
Seperti diketahui, pesawat yang dipiloti Mayor Pnb Marlon A Kawer itu sebelum landing melakukan contacts tower Wamena terakhir pukul 06.02 WIT. Bahkan pada 06.08 WIT, Tower inside melihat secara manual pesawat akan landing.
Tetapi pada menit 06.09 WIT, pesawat lost contacts. Informasi dari Satgas di Wamena pesawat menabrak Gunung Tugima. Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Abdulrachman Saleh Malang. Pesawat membawa 13 crew pesawat. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya