DPR: Prediksi Epidemiolog Soal Jebakan Pandemi Belum Jelas Ukurannya
Merdeka.com - Epidemiolog Pandu Riono memperingatkan risiko Indonesia memasuki jebakan pandemi atau pandemic trap. Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta kritikan yang diberikan dalam bentuk konteks pemikiran dan bukan untuk menakut-nakuti.
"Saya meminta agar masukan dan kritikan disampaikan dalam konteks pemberian kontribusi pemikiran. Bukan ditujukan untuk menakut-nakuti dan menurunkan semangat," ujarnya lewat pesan, Sabtu (31/7).
Saleh menegaskan, pemerintah hingga sekarang masih bekerja keras menangani pandemi. Menurutnya, sangat terlihat pemerintah bekerja dengan sungguh-sungguh.
"Pemerintah sudah ngos-ngosan. Ada banyak kebijakan yang sudah diambil. Memang belum sepenuhnya berhasil. Tetapi, kerja-kerja serius pemerintah tetap harus dihargai," ucapnya.
Selain itu, kata dia, mengkritik tak boleh diarahkan untuk mencari kesalahan saja, tetapi dibarengi dengan solusi. Sehingga, kritik tidak berhenti pada upaya melihat kekurangan melainkan ada upaya membangun harapan bahwa ada jalan keluar yang bisa diambil.
"Soal pandemi trap, belum jelas apa ukurannya. Istilah ini pun kelihatannya disebut sekadar untuk memberikan penilaian. Bagaimana pandemi trap itu? apakah ada negara lain yang sudah merasakan? kan belum jelas," ujar politisi PAN itu.
Meski begitu, ia meminta pemerintah untuk mengantisipasi berbagai dampak buruk dari pandemi. Baik dari sisi peningkatan orang yang terpapar, maupun dari sisi ketahanan ekonomi. Masukan dan kritikan perlu diperhatikan dan dijadikan sebagai pemacu semangat.
"Masyarakat memang kesulitan saat ini. Tapi itu bukan hanya dirasakan Indonesia. Negara lain juga begitu. Yang perlu dilakukan sekarang mencari jalan bersama untuk melawan Covid-19," pungkasnya.
Sebelumnya, Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mengatakan, Indonesia sedang menuju jalur jebakan pandemi atau pandemic trap. Dia bilang, pilihan untuk keluar dari jebakan pandemi Covid-19 adalah 3M (tes, lacak, isolasi) dan vaksinasi.
"Pak @jokowi Indonesia sedang menuju jalur Jebakan Pandemi (Pandemic Trap) yg semakin dalam dan semakin sulit bisa keluar dengan lebih cepat. Respon kendali tak bisa dg tambal-sulam spt sekarang. Pilihannya hanya satu, kendalikan pandemi dg 3M, Tes-Lacak-Isolasi dan Vaksinasi,” tulis Pandu dalam akun twiternya, Jumat (30/7).
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya