Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DPR minta TNI jadi garda terdepan tangkap teroris Santoso

DPR minta TNI jadi garda terdepan tangkap teroris Santoso Ilustrasi TNI. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Terduga gembong teroris paling dicari di Indonesia, Santoso alias Abu Wardah,‎ tak kunjung berhasil ditangkap. Sejauh ini TNI hanya dilibatkan untuk membackup Polri. Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq berharap justru TNI yang menjadi garda depan memburu Santoso.

"Daerah Poso ini kan belum pernah ditetapkan sebagai daerah operasi militer. Dengan itu TNI bisa jadi kekuatan utama," kata Mahfudz saat dihubungi merdeka.com, Senin (28/3).

Politikus PKS ini berharap agar Santoso bisa segera ditangkap agar keresahan masyarakat bisa terhenti. Sebab menurutnya, operasi ini dimulai dari pengintaian sudah menghabiskan waktu selama 10 tahun namun tak jua membuahkan hasil.

"Karena ini kan sudah lebih dari 10 tahun kelompok ini beroperasi. Dikhawatirkan kalau ini tidak selesai, kelompok Santoso justru akan mengundang kehadiran aktor-aktor radikal atau teroris lain dari luar Indonesia," tuturnya.

Mahfudz menyerahkan sepenuhnya operasi ini dilakukan dengan pendekatan, instrumen, dan strategi teknis operasi. ‎"Ya pemerintah tentu saja bisa menggunakan berbagai cara yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan untuk menyelesaikan persoalan ini," tandasnya.

‎Seperti diketahui sebelumnya, dorongan agar pasukan TNI mengambil alih perburuan terhadap kelompok Santoso juga sempat diutarakan Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa. Menurutnya, pengejaran Santoso dan kelompoknya seharusnya melalui operasi gabungan dengan melibatkan pasukan khusus TNI, bukan hanya mengandalkan Densus 88 Antiteror. Desmond menduga seolah ada pembiaran sehingga kelompok Santoso tak ditangkap.

"Kenapa Kopassus enggak dilibatkan dari dulu, kesannya kan seperti dipelihara," kata Desmond.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP