DPR minta TNI berhenti beli pesawat rongsokan
Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanudin mengatakan hibah empat buah pesawat Hercules C 130 yang diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kunjungannya di Australia sampai saat ini belum mendapat persetujuan DPR RI. Dia pun meminta pemerintah dan TNI berhenti membeli pesawat dan kapal rongsokan dengan uang rakyat.
"Lihatlah puluhan kapal tempur yang kita terima dari ex AL Jerman Timur. Ujung-ujungnya hanya menjadi beban saja dan tak memperkuat sedikitpun kekuatan Angkatan Laut kita. Padahal biaya membawa dari Jerman dan kemudian memeliharanya juga sangat besar. Hentikan pembelian rongsokan dengan uang rakyat," ujar TB Hasanudin dalam siaran persnya, Jakarta, Jumat, (6/7).
Hasanuddin menyoroti keputusan pemerintah untuk menerima hibah empat pesawat Hercules dari Australia. Walau hibah, pemerintah tetap harus mengeluarkan uang sebesar USD 60 juta atau sekitar Rp 564 miliar. Pesawat itu dinilai tidak layak terbang sehingga biaya yang dikeluarkannya pun besar.
"Aneh memang , karena dalam waktu yang sama Australia juga menawarkan 6 buah pesawat sejenis (dan dalam kondisi siap operasional) seharga 90 juta USD atau 15 juta USD/unit. Artinya harga jual dan harga hibah sama," tambahnya.
Dengan uang 150 juta USD, Politisi PDIP ini menyarankan, sebaiknya membeli saja Hercules baru sebanyak 5 buah. Dengan pesawat baru, Indonesia mampu menghemat biaya pemeliharaan dan jumlah jam terbang yang banyak serta aman dipakainya .
"Menurut informasi Indonesia juga ditawari belasan pesawat F5 (yang sudah digrounded) dari Korea Selatan . Hibah-hibah seperti ini sangat tidak efisien dan ujung-ujungnya hanya akan menjadi beban untuk TNI," tegas Hasanuddin. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya