Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DPR Minta Polisi Usut Tuntas Kasus WNI dari India Lolos Karantina

DPR Minta Polisi Usut Tuntas Kasus WNI dari India Lolos Karantina Penjagaan Hotel Isolasi Warga India Berstatus OTG. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi IX Melki Laka Lena mendorong kepolisian mengungkap jaringan oknum pegawai bandara yang meloloskan orang yang tiba di Indonesia tanpa karantina. Dia berharap peristiwa WNI dari India yang diloloskan merupakan kasus pertama dan terakhir.

"Kami mendorong agar pihak kepolisian segera mengungkap siapa saja orang per orang maupun jaringan yang terlibat dalam hal-hal seperti ini di Bandara Soekarno Hatta, maupun di bandara lain atau pelabuhan lain, yang ada WNA atau WNI dari luar negeri yang datang yang kemudian diperlakukan dengan khusus seperti ini," ujar Melki kepada wartawan, Selasa (27/4).

Melki berharap kasus ini diusut tuntas lantaran membahayakan orang banyak. Sebab bisa saja orang yang baru tiba dari luar negeri membawa mutasi baru Covid-19.

"Jadi kami minta aparat keamanan dan kepolisian untuk mengungkap dengan tegas dan terbuka terang jelas jaringan dari orang-orang semacam ini yang perilakunya ini dapat membahayakan seluruh rakyat Indonesia, karena memasukkan orang yang bisa saja berpotensi membawa virus Covid-19 dari negara yang mempunyai varian yang berbahaya," tegasnya.

Dia meminta seluruh petugas yang berjaga di pintu masuk dari luar negeri, baik darat maupun udara, mengawasi satu sama lain. Pengawasan diperlukan agar peristiwa serupa tidak terulang.

Lebih lanjut, Melki minta seluruh WNI yang baru kembali dari luar negeri taat prosedur Covid-19 yang berlaku. "Jadi para WNI kita dari Luar Negeri terutama dari negara-negara yang kondisinya serius seperti India yang di daerah tersebut varian Covid lagi berbahaya, harus sungguh-sungguh mengikuti seluruh prosedur. Datang kemudian diisolasi, kemudian beberapa kali pengecekan, setelah lolos baru mereka bisa pulang berkumpul dengan keluarga," katanya.

Melki juga meminta Kemenkes, Kemenlu, KemenkumHAM, dan polisi, serta Satgas membangun sistem agar tidak terjadi kebobolan lagi. "Jadi semua pihak harus benar-benar memastikan seluruh upaya yang sudah baik ini, jangan sampai jebol karena kita tidak bersinergi dalam rangka mencegah orang masuk ke negeri yang malah membawa virus dan malah bisa menimbulkan dampak yang sangat serius di negeri kita," pungkasnya.

Sebelumnya, WNI dari India berinisial JD lolos dari karantina berkat bantuan S dan RW yang mengaku sebagai pegawai Bandara Soekarno-Hatta. Untuk bisa lolos dari karantina Covid-19, JD membayar uang Rp6,5 juta pada S. Lalu, S membantu JD lepas dari kewajiban karantina setelah mendarat dari India.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus mengatakan, penyidik masih memeriksa ketiga orang itu dan menyelidiki kasus ini lebih dalam. "Kalau pengakuan dia kepada JD, dia adalah pegawai bandara. Ngakunya doang. Dia sama anaknya. RW itu anaknya S," ungkapnya.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP