Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DPR minta Pertamina bangun SPBU di pesisir dan pulau terpencil

DPR minta Pertamina bangun SPBU di pesisir dan pulau terpencil aria bima. ©2015 Merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - PT Pertamina Retail akhir-akhir ini gencar menambah jumlah SPBU COCO (Company Owned Company Operated) di sejumlah kota. Hingga tahun 2020 mendatang mereka menargetkan sebanyak 1.000 SPBU COCO. Dan saat ini baru 136 SPBU COCO yang terealisasi.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VI DPR Aria Bima menyambut baik langkah yang dilakukan Pertamina Retail. Namun Komisi yang juga membidangi BUMN itu meminta Pertamina agar fokus menggarap SPBU di daerah pesisir serta kepulauan terpencil.

"Pada dasarnya kami menyambut baik langkah Pertamina. Saya yakin, tata kelola distribusi energi pasti lebih baik. Tetapi saya meminta dan berharap Pertamina Retail tidak hanya membuka SPBU di perkotaan, tetapi juga fokus menggarap daerah pesisir serta terpencil. Masyarakat di sana juga sangat membutuhkan layanan Pertamina," ujar politikus PDIP tersebut, di sela menjadi pembicara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Boyolali kemarin.

Anggota DPR asal Dapil V Solo itu mengatakan, di daerah pesisir dan kepulauan terpencil, seperti Maluku Utara, NTT dan lainnya banyak pusat-pusat nelayan yang masih kesulitan mencari bahan bakar untuk melaut.

"Kalau kita lihat jauh ke pesisir atau kepulauan terpencil di Maluku utara, ke NTT atau ke pulau lainnya, betapa sulitnya mereka memperoleh bahan bakar untuk para nelayan berlayar. Banyak perahu semut di sana yang kesulitan. Alat transportasi mereka hanya perahu sebagai penghubung antar pulau kecil. Sedangkan harga bahan bakarnya bisa tiga kali lipat. Seolah-olah negara ini belum hadir untuk mereka," keluhnya.

Bima menambahkan, selama ini nelayan dan kapal antar pulau kecil harus berjuang keras untuk memperoleh bahan bakar. Mereka terkadang harus menebusnya dengan harga tinggi. Kondisi ini, kata Bima, akibat distribusi energi yang belum merata.

"Memang penyediaan SPBU di kawasan pesisir dan kepulauan terpencil tidak memberikan peluang keuntungan besar bagi Pertamina Retail, jika dibanding membuka SPBU di wilayah perkotaan. Tetapi Pertamina harus melakukan langkah itu agar kesejahteraan nelayan bisa meningkat. Selain mencari keuntungan, BUMN termasuk Pertamina juga harus memperhatikan aspek sosial," tandasnya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP