Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DPR Minta Pemerintah Putus Aliran Dana untuk KKB di Papua

DPR Minta Pemerintah Putus Aliran Dana untuk KKB di Papua Kelompok kriminal bersenjata di Papua. Istimewa

Merdeka.com - Anggota DPR Fraksi Gerindra, Yan Permenas Mandenas, menyoroti aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang semakin masif. Dia meminta pemerintah memutus aliran dana untuk gerombolan ini sehingga mereka tidak bisa lagi membeli senjata.

"Kita juga harus menyelidiki unsur-unsur apa yang membuat pergerakan di Papua ini berjalan terus. Selain kita memutus mata rantai aktor-aktor intelektual di balik pergerakan kelompok KKB, tapi juga kita memutus rantai pergerakan dan apa aliran dana sampai kelompok kelompok KKB untuk bisa belanja senjata dan amunisi," katanya dalam diskusi di DPR, Selasa (27/4).

Menurutnya, suplai senjata kepada KKB yang dilakukan oknum aparat harus dihentikan. Sejauh ini kejadian itu masih berulang.

"Kita juga harus memutuskan mata rantai suplai senjata dan amunisi yang dilakukan oleh oknum oknum aparat TNI dan Polri yang sudah berulang kali, itu ditangkap berulang kali masih saja dilakukan juga," ungkapnya.

Dia menegaskan, harus ada evaluasi ke internal aparat TNI dan Polri, termasuk terkait kesejahteraan prajurit dan kenyamanan aparat yang bertugas, sehingga mereka tidak melakukan kegiatan-kegiatan ilegal.

"Yang akhirnya membuat pemerintah sendiri sibuk dan susah untuk menangani situasi di Papua," ucap anggota DPR Dapil Papua itu.

Dirinya mendorong agar situasi di Papua berakhir damai, seperti halnya di Aceh, di mana negara pernah berkonflik dengan GAM. ”Saya pikir tolok ukur pemerintah pusat, kalau Aceh bisa berhasil, Papua kita tunjukkan bahwa kita bisa berhasil di mata dunia. Kalau kita tidak berhasil, saya pikir itu akan menjadi bom waktu juga untuk kita," pungkasnya.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP