DPR minta BNPB rehabilitasi & rekonstruksi infrastruktur di Sulteng
Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily menilai, Indonesia seharusnya bisa mengalokasikan dana yang lebih besar untuk keperluan rekonstruksi dan rehabilitasi korban bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng). Sebab, kata dia, kondisi di Sulteng sangat perlu bantuan.
"Komisi VIII DPR pasti akan mendukung kebijakan rekonstruksi dan rehabilitasi terkait bencana tersebut, karena bagaimanapun kondisi dari Sulteng saya kira sekarang baru terlihat sangat parah sekali, dan memang perlu perhatian yang khusus dalam konteks rehabilitasi dan rekonstruksi di Sulteng," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/10).
"Jadi menurut saya seharusnya kita mampu mengalokasikan dana yang lebih besar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi," sambungnya.
Ace mengatakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebenarnya sudah memiliki dana siap pakai yang bisa digunakan untuk bencana alam. Dana sebesar Rp 6,5 triliun untuk penanggulangan bencana akan disalurkan untuk daerah yang terkena dampak bencana alam.
"Sebetulnya ada dua jenis anggaran. pertama dana siap pakai, dana siap pakai dalam anggaran BNPB sudah ada Rp 6,6 triliun, yang kedua dana operasional BNPB memang dianggarkan masih sangat terbatas sekitar Rp 700 miliar," ungkapnya.
Politikus Partai Golkar ini pun menegaskan, Komisi VIII akan mendorong rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di Sulawesi Tengah.
"Tetapi sekarang dengan kerusakan yang parah seperti ini memang kami komisi VIII akan mendorong rehab dan rekonstruksi secara khusus terhadap kerusakan infrastruktur yang ada di Sulawesi Tengah," ujarnya.
"Dan itu menurut saya akan dianggarkan dalam konteks rehabilitasi dan rekonstruksi, kalau sekarang masih tanggap darurat ini kita bisa menggunakan dana dari dana siap pakai yang ada di BNPB itu," tutup Ace.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya