Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DPR Dukung Isolasi RSD Wisma Atlet Cegah Omicron, Dorong Testing-Tracing Diperluas

DPR Dukung Isolasi RSD Wisma Atlet Cegah Omicron, Dorong Testing-Tracing Diperluas Suasana Wisma Atlet Kemayoran Pasca Temuan Kasus Covid-19 Varian Omicron. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Septian Nugroho

Merdeka.com - Sejumlah tower di RS Wisma Atlet Kemayoran, diisolasi usai salah seorang pekerja kebersihan terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron. Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menilai, kebijakan lockdown sementara RS Wisma Atlet tepat untuk mengantisipasi meluasnya penularan varian Omicron di tempat tersebut.

"Kebijakan lockdown sementara wisma atlet dinilai tepat. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi meluasnya penularan varian Omicron," kata Saleh, Jumat (16/12).

Ketua Fraksi PAN DPR ini mengatakan, selama masa lockdown ini seluruh penghuni Wisma Atlet dan pekerja disana harus dipastikan sehat dan tidak tertular. Jika ditemukan ada yang tertular, perlu ditangani secara baik dan dikarantina di tempat yang lebih aman. Namun dia mengingatkan kebutuhan logistik penghuni dan pekerja RS Wisma Atlet terpenuhi. Pasokan logistik itu penting untuk menjamin agar para penghuni dan pekerja di RS Wisma Atlet baik selama menjalani isolasi.

"Dengan lockdown, orang tidak boleh masuk dan keluar lagi ke wisma selama 7 hari ke depan. Semua orang yang ada di dalam, diharapkan dapat bersabar. Begitu juga keluarga yang ada di luar diharapkan dapat menunggu. Kalaupun mau berkomunikasi, bisa melalui gadget, android, atau alat komunikasi lainnya," tuturnya.

Menurut Saleh, lokcdown Wisma Atlet harus dilengkapi dengan testing dan tracing yang lebih luas. Sebab, selama satu minggu terakhir ada banyak orang yang berinteraksi atau kontak erat dengan orang yang dikarantina atau petugas yang bekerja di sana. Artinya, mereka yang sempat berinteraksi dan kontak erat bisa saja telah terinfeksi. Orang-orang tersebut perlu ditelusuri.

"Kalau pendataannya bagus, saya kira tidak sulit untuk menemukan orang-orang tersebut. Apalagi kalau penghuni dan pekerja di wisma bisa memberikan informasi. Testing dan tracing ini diperlukan untuk memastikan bahwa varian omicron ini tidak menyebar di luar wisma," tutup dia.

Seorang petugas kebersihan RSD Wisma Atlet, Kemayoran terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron. Untuk mencegah varian meluas, 4 tower di Wisma Atlet dilakukan isolasi.Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19, Hery Trianto mengatakan ada sejumlah tower di dilakukan isolasi selama tujuh hari ke depan.

"Benar ada sejumlah tower yang diisolasi tujuh hari ke depan, Tower 1, kemudian tower 2, tower 3 dan tower 5," kata Hery Trianto saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (17/12).

Hery menjelaskan, saat ini aktivitas di tower yang tengah diisolasi sangat dibatasi. Tenaga kesehatan yang berjaga ada di tower-tower tersebut memakai pelindung lengkap seperti baju hazmat.

"Sangat dibatasi yang masuk di situ, nakes yang bekerja pakai hazmat," jelas dia.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP