DPR Dorong Polisi Usut Viral Azan Ajakan Jihad dengan Cara Humanis
Merdeka.com - Beredar video sejumlah orang membawa senjata tajam atau parang saat momen iqamah atau ajakan untuk salat. Dalam video itu mereka juga berteriak takbir sambil mengangkat parangnya. Video tersebut diunggah oleh akun @yudhapati88 di Twitter pada Senin (30/11) kemarin.
Ketua Komisi VII DPR RI, Yandri Susanto tidak membenarkan hal tersebut. Dia menegaskan, bahwa agama Islam penuh kedamaian.
"Ya enggak boleh, enggak bener. Apalagi kalau mau salat di masjid, kan Islam itu penuh kedamaian," katanya kepada merdeka.com, Selasa (1/12).
Yandri menuturkan, bila ada yang menghina agama Islam memang harus dilawan, tapi tidak serta merta dengan terjemahan sendiri. Sebab, situasi negara sekarang masih aman.
Umat Islam, tambah dia, juga masih bebas beribadah dan bisa menjalankan fungsi-fungsi agama. Fungsi-fungsi pendidikan agama Islam di Indonesia juga masih berjalan dengan baik.
"Jadi menurut saya belum masuk kategori perang jihad, perang dengan untuk menjadi medan tempur belum ada syarat untuk itu," ucap politikus PAN ini.
Yandri mengimbau kepada masyarakat tidak terprovokasi melihat video tersebut dan main hakim sendiri. Biarlah Majelis Ulama Indonesia atau aparat kepolisian yang menangani.
Aparat kepolisian, kata dia, juga jangan terlalu represif. Yandri mendorong polisi mencari tahu dan diperdalam apa penyebabnya sehingga, tidak membuat masalah yang lebih besar.
"Jadi kita minta enggak apa-apa kalau itu mau diusut, tapi dengan cara yang elegan dan humanis, sehingga tidak banyak tafsir yang terlalu liar nanti, kalau terlalu represif saya kira tidak akan menyelesaikan masalah," imbuhnya.
"Jadi jangan langsung pakai hukum positif, kalau pakai hukum positif bisa ribut tidak menyelesaikan masalah nanti malah konflik horizontal," pungkas Yandri.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya