DPR curiga masih ada yang ditutupi polisi soal kasus kematian Siyono
Merdeka.com - Komisi III DPR berupaya membongkar kasus terduga teroris yang diduga mati di tangan Densus 88 sebelum diadili. Menurut Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa, minggu depan akan panggil PP Muhammadiyah dan Komnas HAM yang mendampingi kasus tersebut.
"Selasa besok (soal) Siyono. PP muhamadiyah, Komnas HAM dipanggil. Rabu sama Kapolri," kata Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/4).
Ditemui secara terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPR Mulfachri Harahap berujar bahwa kepolisian harus berani terbuka soal kasus ini. Menurutnya sejauh ini pihak kepolisian masih terkesan menutup-nutupi.
"Saya rasa kepolisan harus memberikan penjelasan yang clear terkait kematian Siyono. Saya mengikuti perkembangan yang terjadi khususnya klarifikasi yang disampaikan pihak kepolisian. Tetapi menurut saya penjelasan itu belum memadai," ungkap Mulfachri.
Sebelumnya Wakil Ketua DPR Fadli Zon kecewa dengan tindakan Densus 88 yang diduga membunuh terduga teroris Siyono sebelum diadili. Dia berharap agar diselidiki apakah ada kesalahan prosedur.
"Saya kira di situ secara hipotesis, bisa terjadi suatu kesalahan prosedur dan ini harus diakui oleh pihak kepolisian. Apalagi ini baru terduga teroris, bukan terdakwa. Misalnya sudah pelaku teroris saja tidak bisa diperlakukan seperti itu. Jadi ini menghilangkan nyawa. Seolah-olah nyawa orang Indonesia ini murah sekali," ujar Fadli.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya