Doni Monardo: Keterisian Wisma Atlet 16,2 Persen, Rekor Terendah
Merdeka.com - Ketua Satuan Tugas Covid-19 Doni Manardo mengungkapkan, persentase keterisian tempat tidur di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Jakarta turun hingga 16,22 persen. Menurut Doni, persentase ini menjadi yang terendah sejak Wisma Atlet dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19.
"Ini adalah rekor terendah pasien yang dirawat di Wisma Atlet. Sebelumnya keterisian Wisma Atlet pernah mencapai 90 persen," kata Doni saat rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo yang disiarkan langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (17/5).
Pada 10 Mei 2021, keterisian tempat tidur di provinsi dengan kasus positif Covid-19 terbanyak, bisa mencapai 60 persen. Contohnya Sumatera Utara 63,4 persen, Riau 59,1 persen, Kepulauan Riau 59,9 persen.
"Beberapa provinsi di pulau Jawa bahkan keterisian tempat tidurnya pernah mencapai 100 persen, misalnya Banten, kali ini sudah relatif terkendali," katanya.
Doni berharap masyarakat bisa membantu pemerintah untuk tetap mempertahankan bed occupancy ratio (BOR) atau angka keterisian tempat tidur ini tetap rendah. Sehingga, beban rumah sakit pun menurun. Para tenaga medis bisa bekerja lebih baik, tidak penuh tekanan dan beban yang berat.
"Sebagaimana yang disampaikan bapak Menko, parameternya adalah RSD Wisma Atlet Kemayoran," tuturnya.
"Momentum pasca Idulfitri ini mari kita jaga bersama. Masyarakat diharapkan patuh terhadap imbauan yang disampaikan Pemda dan Pempus," lanjutnya.
Dia menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah yang telah membantu pemerintah pusat untuk menurunkan BOR, dengan cara mengendalikan mobilitas masyarakat selama libur lebaran 2021 ini. Selain itu, dia juga mengapresiasi Satgas daerah yang berani dengan tegas menutup tempat wisata yang melanggar aturan pemerintah, yakni aturan kapasitas maksimal pengunjung 50 persen.
Jenderal bintang tiga itu juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat mendirikan dan menjaga posko-posko pengendalian dan pemantauan Covid-19 di setiap wilayah. Dia pun berharap, hadirnya posko pengendalian Covid-19 ini bisa terus berlangsung hingga kasus Covid-19 di Indonesia bisa dinyatakan terkendali.
"Tadi bapak presiden memberikan apresiasi kepada program PPKM mikro, di mana posko telah berperan untuk mengimbau masyarajat yang berpergian agar melakukan karantina mandiri," katanya.
"Bagaimana agar kasus ini tidak melonjak? Satu faktor utamanya adalah melakukan program karantina mandiri bagi mereka yang berpergian," tegasnya.
Dia kembali mengingatkan masyarakat, berkaca pengalaman libur panjang tahun sebelumnya, jumlah kasus aktif dan kasus kematian meningkat cukup tinggi. Kasus aktif setelah libur panjang tahun lalu di atas 78 persen. Kasus meninggal bisa mencapai 46-75 persen.
"Jadi kita berharap adanya kesadaran kolektif dari seluruh komponen masyarakat untuk mengontrol diri. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari," harapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya