Doni Monardo: Kepatuhan Protokol Kesehatan Warga Jabar 'Sempat' di Posisi Terakhir
Merdeka.com - Ketua Satgas Covid-19 Nasional, Doni Monardo menyoroti penambahan kasus Covid-19 yang berdampak pada okupansi rumah sakit di Jawa Barat. Selain itu, ada tren penurunan kepatuhan dari masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan.
Pria yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini menyebut okupansi rumah sakit di Jawa Barat sudah di atas 78 persen. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah.
"Angka ini menjadi perhatian kita semua, dari pemerintah pusat, presiden dalam arahannya mengingatkan daerah dan (pemerintah pusat) memberikan dukungan, jangan ada daerah yang kesulitan menyiapkan fasilitas kesehatan," terang dia di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung (28/12).
Sejauh ini, Kodam III Siliwangi sudah mengizinkan fasilitasnya untuk digunakan sebagai tempat perawatan pasien yang terpapar Covid-19 kategori tanpa gejala. Sehingga, rumah sakit bisa fokus menangani pasien yang bergejala sedang, berat hingga kritis.
Dari data yang ia terima, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa Barat masih baik di angka 83 persen lebih, kasus aktif 15 persen, kematian 1,45 persen, lebih rendah dari tingkat nasional yang catatannya 2,98 persen.
Selain itu, Doni menyebut ada penurunan angka kepatuhan penggunaan masker dan jaga jarak di Jawa Barat dalam beberapa pekan terakhir. Informasi ini didapatkan melalui aplikasi yang dimiliki satgas Covid-19.
"Ketahuan mana daerah yang belum patuh. Bahkan, pada 9 desember lalu, (kepatuhan protokol kesehatan warga) Jabar pernah di posisi terakhir," kata dia.
Ia meminta pemerintah provinsi dan pemerintah daerah meningkatkan kemampuan pencegahan. Salah satu sarannya adalah mengaktifkan kembali posko di tengah masyarakat agar bisa mendeteksi aktivitas masyarakat di pasar, perkantoran, terminal hingga pemukiman.
"Disiplin tidak bisa sendirian. Kalau kita disiplin kolektif lebih penting. patuh prokes adalah vaksin terbaik sebelum vaksin diberikan kita semua," imbuh Doni.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku sudah memberikan kategori terhadap daerah mengenai kedisiplinan protokol kesehatan. Pemberlakuan jaga jarak paling tinggi ada di Kota Cimahi dengan 91 persen, paling rendah ada di Kabupaten Tasikmalaya dengan 41 persen.
Sedangkan dari kategori memakai masker di Subang paling tinggi dengan 86 persen, paling rendah di Kabupaten Pangandaran 55,4 persen. "Ini hasil monitoring dari 28 ribu petugas yang melaporkan. Di seluruh Indonesia itu rata-rata ada satu juta laporan per hari terkait indeks kepatuhan tersebut," kata dia.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya