Dokter optimis dalam 2 pekan ada perubahan signifikan kornea Novel
Merdeka.com - Kondisi kesehatan kornea mata penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berangsur membaik, terutama di bagian mata kiri. Dokter yang menangani Novel optimis dua minggu ke depan sudah ada perkembangan signifikan bagi kliennya.
"Dalam waktu dua minggu diharapkan ada pertumbuhan kornea yang signifikan," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu (3/5).
Dia menambahkan, berdasarkan pengkajian dokter untuk pemulihan kornea mata kiri Kasatgas penyidikan e-KTP itu memakan waktu cukup lama, imbas dari dampak air keras yang disiram oleh orang tak dikenal. Selain itu dosis obat untuk pengobatan Novel harus diperhatikan secara detil sesuai dengan perkembangan perawatan.
"Menurut dokter, diperlukan kesabaran dan waktu untuk pemulihan terutama untuk mata kiri. Juga diperhatikan keseimbangan pemberian obat untuk pemulihan dengan efek samping yang ditimbulkan dari obat itu sendiri," katanya.
"Untuk mata sebelah kiri mulai nampak kornea hitam hidup tapi lambat. Dikarenakan pada mata kiri supply darah dan oksigen baru mulai ada," ujarnya.
Terhitung sudah 22 hari aksi teror penyiraman air keras terhadap Novel. Seperti diketahui, penyidik KPK itu disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya usai salat Subuh di masjid dekat rumahnya, pada 11 April 2017. Air keras itu mengenai mata Novel.
Kondisi terakhir Novel adalah proses pengerusakan sel telah berhenti namun pertumbuhan jaringan masih lambat. Tekanan mata membaik secara umum, namun mata kiri tekanannya masih lebih tinggi.
Biaya pengobatan Novel di Singapura menurut Wakil Ketua KPK Laode M Syarif ditanggung negara.
"Pimpinan KPK (saya dan pak Agus) telah bertemu pemerintah (Pak Wapres Jusuf Kalla) untuk membicarakan pembiayaan pengobatan mas Novel Baswedan dan Pak Wapres setuju bahwa seluruh pembiayaan pengobatan akan ditanggung negara. Beliau juga berpesan untuk mencarikan perawatan terbaik bagi mas Novel. Sekjen KPK sudah menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan bertemu pihak Kementerian Keuangan. Semoga Novel dapat disembuhkan oleh spesialis mata dan spesialis kebakaran bahan kimia," kata Laode pada Kamis (13/4).
Hingga saat ini polisi masih mencari dua pelaku penyerangan Novel. Polisi mendapatkan barang bukti berupa cangkir sebagai wadah untuk menyimpan air keras dari tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa belasan saksi serta rekaman CCTV yang ada di rumah Novel terkait perkara itu.
Teror terhadap Novel ini bukanlah yang pertama terjadi. Dia sudah beberapa kali mendapatkan teror antara lain ditabrak mobil saat menuju ke KPK ketika mengendarai motor pada 2016, kriminalisasi dengan ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan di Bengkulu (2015), hingga diserang kelompok pendukung Amran Batalipu hingga motornya ringsek pada 2012.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya