Dokter Gigi Dibatalkan jadi CPNS Menangis saat Bertemu dan Curhat pada Mendagri
Merdeka.com - Dokter Gigi Romi Syofpa Ismael, penyandang disabilitas yang ditolak status CPNS-nya oleh pemerintah Solok Selatan, mengadu ke Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Rabu (31/7). Dia didampingi Anggota Komisi VIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka.
"Pasti ini bukan urusan sosial tapi diskriminasi soal perekrutan. Teman-teman difabel itu bukan penyakit sosial. Oleh karena itu negara tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap difabel atau disabilitas. Mudah-mudahan bisa ketemu Mendagri," ucap Rieke di kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (31/7).
Tjahjo menerima kunjungan Dokter Romi dan Rieke. Sang dokter mengutarakan perasaannya saat mendengar lulus CPNS. Keluarganya sangat senang dengan kabar itu. Semua berubah saat mendengar bahwa status CPNS dibatalkan Pemerintah Solok Selatan. Hanya kesedihan yang dirasakan. Keluarganya terus memberikan semangat dan membantu dalam proses administrasi.
"Kami hanya ingin keadilan saja. Kami bisa kok, kami lulus kok," ungkap Dokter Romi sambil menangis.
Mendengar pernyataan itu, Tjahjo memastikan sudah berkoordinasi dengan Gubernur dan Wagub Sumatera Selatan. Dia memastikan tak ada alasan Bupati Solok Selatan menolak Dokter Romi.
"Saya ketemu Gubernur dan Wagub. Dan dijelaskan Gubernur dan Wagub sudah kirim surat ke Bupati Solok. Dengan lulus tes ini dan kemampuan ibu ini, tenaganya masih dibutuhkan. Jadi tidak ada alasan bupati Solok ini ditolak," ucapnya.
Reporter: Putu Merta Surya PutraSumber: Liputan6.com (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya