DKI gratiskan pengobatan lima korban ilmu kebal
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban air keras di RW 07, Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur. Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Budhi Asih, Agung Ayu Artiningsih, mengatakan, biaya perawatan dan pengobatan seluruh korban di RS Budhi Asih tersebut akan ditanggung sepenuhnya alias gratis.
Hal ini sesuai dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam melayani dan mensejahterakan warganya di bidang pelayanan kesehatan. "Terutama untuk golongan warga miskin," kata Ayu, seperti dikutip dari situs resmi Pemrov DKI, beritajakarta.com, Kamis (7/6).
Dari keenam korban yang menderita luka bakar akibat terkena air keras di rumah Mamat Syahroni itu, satu korban bernama Sudirman (46) meninggal dunia. Humas RSUD Budhi Asih, Hamonangan Sirait, menambahkan, sebelum menghembuskan napas terakhir, Sudirman sempat dirawat di RSUD Budhi Asih. Namun, pada pukul 09.00 WIB korban akhirnya meninggal.
"Korban mengalami sesak napas yang cukup serius karena sempat menghirup asap dari cairan zat kimia tersebut, sehingga nyawanya tidak dapat tertolong," ungkapnya.
Sedangkan 5 korban lainnya saat ini mendapatkan perawatan dan pengobatan intensif di RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur dan RS Carolus, Jakarta Pusat. Empat korban yang dirawat di RS Budhi Asih adalah Mamat Syahroni (57), Mat Sani (48), Djoko (41), Sugeng (37). Sedangkan satu korban bernama Agus Salim (40) dirawat di RS Carolus.
"Para korban telah ditangani dengan baik dan berangsur pulih," ungkapnya.
Menurutnya, berdasarkan keluhan para korban, kejadian tersebut bermula saat melakukan seni beladiri. Namun, untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, polisi masih melakukan penyelidikan.
"Kami hanya merawat dan menangani pasien rumah sakit, untuk hal yang lain biar pihak kepolisian yang menjelaskan," tambahnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya