Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Djarot: Islam itu sejuk, penuh kasih dan sayang

Djarot: Islam itu sejuk, penuh kasih dan sayang Djarot di acara silaturahmi kebangsaan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan bahwa Islam yang rahmatan lil alamin harus dikuatkan di Ibu Kota Jakarta. Menurutnya, Islam adalah agama yang penuh kasih sayang dan kedamaian.

"Islam itu sejuk penuh kasih dan sayang, merangkul bukan memukul. Ukhuwah Islamiah dan ukhuwah wathoniah adalah ciri ajaran dari Rasulallah yang ditanamkan kepada saya dari kecil. Juga ukhuwah basariah terhadap sesama karena kita manusia," ujar Djarot, Jakarta, Senin (27/3).

Djarot menjelaskan bahwa pada bulan April mendatang, akan diresmikan sebuah masjid besar di wilayah Jakarta Barat yang diberi nama Masjid Raya KH Hasyim Asyari. Kemudian nanti, juga akan dibangun Masjid Raya KH Ahmad Dahlan di Jakarta Selatan agar dapat bersanding satu sama lain.

"Sekarang sudah ada dua masjid raya di Jakarta, yakni Mashid Istiqlal di Jakarta Pusat dan Islamic Center di Jakarta Utara. Maka, saran Gus Sholah harus dibangun lagi Masjid di Jakarta Timur dan akan diberi nama Masjid Raya HOS Tjokro Aminoto," jelasnya.

Djarot menhadiri Silaturrahmi Kebangsaan bersama Para Khatib dan Simpul Masyarakat Madura se-DKI untuk Gubernur DKI Pelayan Warga dan Umat Islam DKI di Nam Center Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu malam.

Silaturrahmi Kebangsaan ini dihadiri, Pakar Ekonomi Imam Sugema, Tokoh Agama KH. Lora Fathurt Zubair Mononthazor yang merupakan cicit pendiri NU KH Kholil Bangkalan, dan sejumlah tokoh masyarakat Madura.

Dalam pertemuan tersebut KH Lora Fathur Rozi Zubar menyatakan, betapa saat ini faham garis keras dan wahabi sudah berkembang luas di DKI Jakarta. Bagaimana masjid yang dulunya dikuasai dan menjadi tempat ibadah bagi Nahdliyin maupun Muhammadiyah kini dikuasai oleh kaum wahabi dan Islam garis keras.

"Sekarang kita harus buka. Biar semua warga Nahdliyin bisa masuk masjid dan ibadah di semua masjid. Biar masjid bisa dipakai untuk menyampaikan Islam rahmatan lil alamiin dan Islam Nusantara dan bisa menyatu dengan akar budaya Indonesia," terangnya.

Pada Kesempatan yang sama, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri sangat memberi perhatian dan memiliki kedekatan yang kuat dengan ulama NU, dan juga masyarakat Madura yang hampir semuanya adalah Nahdliyin.

"Ibu Mega membela semua umat. PDIP sangat dekat dengan umat Islam. PDI Perjuangan memiliki Baitul Muslimin dengan visinya mewujudkan Islam Nusantara yang berkemajuan untuk Indonesia Raya. Sayap partai tersebut bertugas membangun persaudaraan dengan organisasi muslim," ujar Hasto.

Ia juga mengatakan, PDIP sangat dekat dan menjalankan gagasan dari cendekiawan muslim Nurcholis Madjid.

"Pak Djarot juga berasal dari keluarga NU yang kental, sangat dekat dalam pergaulan luas NU," katanya.

Hasto juga menyampaikan tentang gagasan Trisakti Bung Karno. Atas dasar semangat mewujudkan Indonesia yg berkepribadian dalam kebudayaan, maka Ibu Mega memerintahkan anggota DPR RI dapil Madura untuk mengadakan kongres kebudayaan Madura.

"Keragaman itu indah, takdir kehidupan dan kehendak Tuhan," tandasnya.

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP