Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Djarot dan Rano Karno jadi peserta sekolah PDIP

Djarot dan Rano Karno jadi peserta sekolah PDIP Roti buaya Ahok-Djarot. ©2016 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menghadiri kegiatan Sekolah Partai untuk Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah untuk Pilkada Serentak 2017. Djarot yang mengenakan baju atribut partai berwarna merah terlihat datang sekitar pukul 14.15 WIB.

Sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah, menteri, anggota dewan, ketua Umum dan petinggi DPP PDIP juga hadir dalam acara ini. Pimpinan daerah yang hadir di antaranya, Gubernur Banten Rano Karno, Wali kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo.

Kepala Sekolah Partai, Komarudin Watubun mengatakan, Djarot dan Rano Karno datang sebagai peserta sekolah. Sementara, Risma dan Hasto datang sebagai pembicara.

Mereka berdua akan menyampaikan materi bertajuk "Kebijakan Program Pemerintah Daerah Pro Rakyat Sebagai Strategi Pemenangan Pilkada". Sekaligus bercerita kisah dan kiat suksesnya memimpin daerahnya masing-masing.

"Ketika ibu membuka, maka seluruh status Anda sama, menjadi murid. Termasuk Pak Rano dan Pak Djarot," kata Komarudin di di Kinasih Resort Depok, Jl Raya Cilangkap, Kelurahan Cilangkap, Tapos, Depok, Selasa (6/9).

"Wali Kota Surabaya Risma, dan Pak Hasto. Kemarin hadir sebagai murid, sekarang hadir sebagai narasumber," sambungnya.

Komarudin menyebut pimpinan daerah yang hadir baik sebagai pembicara dan peserta adalah mereka yang telah dianggap berhasil mengimplementasikan ideologi dan platform kerakyatan PDIP di daerahnya masing-masing.

"Ini lah wali kota dan bupati, ada sekian banyak kader-kader PDIP-Perjuangan yang telah melaksanakan ideologi PDIP di daerah masing-masing," terangnya.

Sebelumnya, Komarudin mengatakan, sekolah ini diikuti para kader yang akan menjadi calon pemimpin. Jumlahnya sekitar 54 orang dan akan dibina selama 5 hari. Materi yang akan diberikan mengenai kepancasilaan dan strategi pemenangan.

"Materi yang kita berikan mengenai kebijakan program daerah pro rakyat, Ideologi Pancasila 1 Juni, Visi misi berdasarkan arah perjuangan partai," kata Komarudin dalam sambutannya, Selasa (6/9).

Dikatakannya, aturan yang diterapkan pun sama. Peserta dilarang menggunakan ponsel selama materi diberikan. "Hanya boleh ketika jam makan dan setelah materi selesai," tandasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP