Diva, bayi dengan kelainan paru dan jantung segera pulang
Merdeka.com - Dalam waktu dua hingga tiga hari, Diva Anggraini, bayi yang didiagnosa memiliki kelainan paru-paru dan jantung sudah boleh dibawa pulang. Hal itu diungkapkan oleh dokter yang menangani Diva, dr. Akira Prayudianto Sp.A.
"Rencananya, sudah dalam persiapan pulang. Sekarang sebetulnya tinggal penanganan melatih keluarga merawat bayi, karena ada beberapa memerlukan selang yang masih terpasang," kata dokter spesialis anak yang merawat Diva, dr. Akira Prayudianto Sp.A kepada wartawan di ruang Kantil, RS Anak dan Bunda Harapan Kita, Jakarta Barat, Jumat (15/6).
Akira menjelaskan, untuk diagnosa awal tentang kebocoran jantung Diva, pihak rumah sakit tidak melakukan operasi. Kebocoran jantung akan menutup seiring Diva dewasa.
Sementara untuk paru-paru, pihak rumah sakit melakukan operasi pemisahan sekat anatara dada dan perut.
"Rumah sakit melakukan operasi sekat dada dan perut naik, menurunkan memisahkan antara rongga dada dan perut," jelas dr. Akira Prayudianto Sp.A.
Dijenguk Nur Mahmudi
Walikota Depok Nur Mahmudi Isma'il juga mengunjungi Diva Anggraini. Dalam kunjungannya, Nur Mahmudi ingin memastikan biaya operasi dan pengobatan Diva selama di rumah sakit sudah tertanggung oleh Jamkesda. Orangtua Diva memang tercatat sebagai warga Depok.
"Sebagaimana kewajiban kami, Diva masuk dalam Jamkesda," kata Nur Mahmudi, Jumat (15/6). Dirinya juga menjelaskan, saat ini ada 183 ribu warga Depok yang ditanggung biaya kesehatannya oleh Jamkesda.
Dalam kunjungannya, Nur Mahmudi memastikan kalau dana Jamkeda masih bisa digunakan. Dari total Rp. 100 juta dana Jamkesda yang diperuntukan bagi setiap warga Depok per tahun. Hingga saat ini, biaya operasi dan perawatan Diva sudah menghabiskan Rp 85 juta.
"Sebanyak Rp 85 juta telah digunakan di RS Anak dan Bunda Harapan Kita, selebihnya kepakai di Depok," jelas Direktur Umum Operasional RS Anak dan Bunda Harapan Kita dr. Embry Netty. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya