Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dititipkan di Kebun Binatang, Bayi Leopard Bukti Kasus Penyelundupan Malah Mati

Dititipkan di Kebun Binatang, Bayi Leopard Bukti Kasus Penyelundupan Malah Mati Bayi Leopard. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Bayi Leopard asal Afrika mati di kebun binatang Kasang Kulim, Kabupaten Kampar, Riau. Padahal satwa liar dilindungi itu merupakan bukti kasus penyelundupan satwa jaringan internasional yang dititipkan Polda Riau.

"Kami dari BBKSDA Riau hari ini melapor resmi ke Kapolda Riau (Irjen Agung Setia Imam Effendi). Karena kejadian Jumat petang. Nekropsi selesai Sabtu dini hari," ujar Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Senin (3/1).

Leopard itu mati saat menjalani perawatan pada Jumat (31/1) kemarin. Suharyono belum membeberkan penyebab kematian satwa langka itu.

Kasang Kulim merupakan kebun binatang yang pembinaannya di bawah naungan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Bahkan tidak sedikit satwa yang berhasil diselamatkan BBKSDA Riau dan Kepolisian dititipkan di sana.

Bayi Leopard yang belum genap berumur satu tahun itu diselamatkan Polda Riau bersama empat ekor bayi singa Afrika, dan 58 ekor kura-kura Indiana Star dari sindikat penyelundupan satwa internasional beberapa waktu lalu.

Seluruh satwa itu kemudian dititipkan ke Kasang Kulim dengan alasan kebun binatang itu mempunyai sarana dan prasarana yang lengkap, serta sumber daya manusia yang baik.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menegaskan bahwa Polda Riau masih akan memburu pelaku lainnya hingga tuntas. Sebab diduga masih ada pelaku lain yang terlibat.

Agung mengatakan setiap ekor singa dan leopard dihargai hingga USD32.000 atau sekitar Rp450 juta di pasar gelap. Sementara kura-kura Indiana Star memiliki harga USD1.200 atau sekitar Rp17 juta.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP