Dites narkoba, 8 pegawai Kemenkumham Jateng positif obat dokter
Merdeka.com - Sedikitnya, 200 pegawai Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Jateng dan jajaran di bawahnya menjalani tes urin secara mendadak. Tes dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng.
Kakanwil Bambang Sumardiono mengungkapkan, tidak hanya warga binaan yang dilakukan tes narkoba tetapi juga para petugas di semua lingkup Kanwil Kemenkumham Jateng.
"Semuanya mendadak, bahkan saya baru berkoordinasi dengan BNNP pagi harinya jadi mereka tidak tahu kalau mau dites urine. Seluruh pegawai termasuk juga di lapas, bapas, imigrasi, dll," ujar Bambang didampingi AKBP Agung Prabowo, Kabid Pemberantasan BNNP Jateng di sela kegiatan, Senin (4/4).
Pemeriksaan urine yang berlangsung sejak pagi hingga pukul 13.00 WIB itu menemukan delapan pegawai yang positif tetapi bukan karena narkoba melainkan mengkonsumsi obat dari dokter karena sakit. Rata-rata pagi hari sebelum tes urin atau malam sebelumnya telah mengkonsumsi obat dokter.
"Ini sudah dikonfirmasi juga kepada yang bersangkutan untuk menyerahkan resep dokter mengenai obat yang dikonsumsi. Jadi positifnya bukan karena narkoba," imbuhnya.
Terkait adanya petugas pemasyarakatan yang terkait peredaran narkoba, Bambang menegaskan sudah menyerahkan hal ini ke pihak kepolisian. Di tahun 2016, lanjut dia, diketahui ada dua kasus yakni di Klaten dan Sragen.
"Kita tidak akan coba menghalang-halangi dan semua sudah dikoordinasikan. Silakan diproses saja," ujar Bambang.
Ditambahkan, dari jumlah warga binaan di Jateng sebanyak 10.509 dari angka tersebut 40 persennya merupakan kasus narkoba. Pihaknya menegaskan bahwa tidak akan segan-segan melakukan pembinaan kepada para pegawainya yang diketahui mengkonsumsi atau terlibat dalam peredaran narkoba.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya