Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diteror akan dibunuh, 3 wartawan Lumajang lapor Polda Jatim

Diteror akan dibunuh, 3 wartawan Lumajang lapor Polda Jatim Tiga jurnalis diancam akan dibunuh terkait tambang ilegal. ©2015 merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Kasus tambang pasir ilegal di Desa Selok Awar-Awar, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih 'berbuntut'. Setelah sukses membantai Salim Kancil dan menganiaya Tosan di depan umum, kini tiga jurnalis gantian diteror orang tak dikenal karena terus memberitakan kasus tambang tersebut.

Teror yang menimpa tiga jurnalis ini, membuktikan masih adanya pelaku-pelaku mafia tambang yang masih berkeliaran di Lumajang. Buktinya, meski puluhan orang sudah diamankan pihak Polda Jawa Timur, termasuk Kades Selok Awar-Awar, Hariono, yang diduga sebagai dalam pembantai Salim dan penganiayaan Tosan, ternyata teror pembunuhan masih dilakukan.

Tiga wartawan yang menerima teror dari orang tak dikenal karena kerap memberitakan kasus Salim dan Tosan itu adalah Wawan Sugiarto, kontributor TV One, Achmad Arief (JTV) dan Abdul Rachman (Kompas TV).

Jumat malam (6/11) kemarin, ketiganya melapor ke SPKT Polda Jawa Timur, dan hari ini (7/11) menjalani pemeriksaan penyidik. "Kami melapor karena mendapat ancaman pembunuhan menggunakan bondet dari orang tak dikenal," kata Wawan di Mapolda Jawa Timur.

Wawan melanjutkan, "Ancaman pembunuhan menggunakan bondet itu, dikirim melalui pesan singkat oleh pelaku terkait kasus peliputan tambang pasir ilegal."

Dalam terornya, masih kata Wawan, si pengirim pesan itu mengancam, jika masih terus melakukan peliputan atau pemberitaan terkait tambang pasir di Lumajang, maka pelaku akan membunuh si wartawan dengan cara melemparkan bondet, atau bom ikan. "Orang yang mengancam saya melalui SMS itu, tim 32. Kalau di Lumajang tim 32 itu adalah preman," ungkapnya.

Ini SMS teror yang diterima tiga wartawan televisi di Lumajang itu:

"‎Anda itu jangan jadi sok alim wan kalau anda dji lain hari tentang memberitakan pasir anda aku bondet rumah atau anda wan waktu jalan ke mana pun aku skrang dekat dari rumah mu jok kenapa mas agus yuda jugak di britakan apa lagi sampek di panggil kpk anda aku akan ku bondet rumah mu wan was salam team sak masek mutiara halem aku sahril klakah cobak aku lapor kan ke polres sebelum melangkah anda udah tewas bagi wartawan yang memberitakan tentang kasus lumajang jangan enak2 entar lg pasti ada yang kenak mercon bantingan. Was salam".

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP