Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diteriaki rampok, bekas petinju nasional tewas ditembak polisi

Diteriaki rampok, bekas petinju nasional tewas ditembak polisi Marangin Marbun. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nasib tragis dialami oleh Marangin Marbun. Mantan petinju nasional yang merupakan rekan tanding juara dunia kelas ringan versi badan tinju IBO Daud Yordan itu tewas dengan setelah ditembak polisi.

Peristiwa itu terjadi di Jalan KH Hasyim Ashari, Cipondoh, Kota Tangerang Sabtu (29/11) dini hari tadi. Informasi yang dihimpun, peristiwa itu berawal ketika adanya perselisihan antara Marangin yang membonceng temannya berinisial BAR dengan seorang pengendara motor lain. Marbun yang mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja menendang pengendara motor tersebut hingga tersungkur jatuh.

Mendengar ada peristiwa itu, warga berdatangan. Marangin diduga warga ingin merampas motor korban. Apalagi warga sekitar sudah berteriak rampok. Mendengar itu, Marbun lalu mencoba melarikan diri. Tak lama petugas Polsek Cipondoh datang ke lokasi.

Menurut Kapolsek Cipondoh, Kompol Suyono, sebelum menembak Marangin, anggotanya sudah memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali ke udara. Namun, menurut dia, Marbun tidak menggubrisnya. "Nah, yang ketiga mengenai tengkuknya," ujarnya.

Maxinahak rekan Marbun ketika dihubungi membenarkan Marbun adalah mantan atlet petinju nasional. Namun, dia tak yakin Marbun adalah seorang perampas motor.

"Kemungkinan panik diteriaki warga, karena dituduh perampok. Pihak keluarga sudah mengetahui peristiwa itu dan sudah ada di RSUD Kabupaten Tangerang. Tetapi belum bisa dimintai keterangan karena masih berduka," ujarnya.

Marangin bersama adiknya Ivan Barita Marbun pernah mengikuti latihan tinju di Sasana Kayong Utara, Kalimantan Barat. Marangin pernah menjadi juara kelas bantam nasional. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP