Ditelepon teman ngaku kena tilang, Jimmy ditipu 'polisi minta pulsa'
Merdeka.com - Kejahatan dengan modus penipuan minta pulsa kerap kali terjadi, namun masyarakat masih saja sering kena jebakan para penipu tersebut. Salah seorang korban Jimmy Fritzsonda yang mengaku kena penipuan berkedok polisi minta pulsa, dia mengalami kerugian sebesar Rp 300 ribu.
"Saya menjadi korban penipuan model baru yang mencatut nama Ditlantas Polda Metro Jaya. Kejadian berawal pukul 12.30 WIB, seseorang dengan nomor telepon +6287809563679 menghubungi saya mengaku teman saya bernama Iwan (kebetulan saya sedang berbisnis properti dengan Iwan)," kata Jimmy kepada merdeka.com, Jumat (1/1) malam.
Jimmy menuturkan, pada sambungan telepon tersebut bahwa temannya Iwan terkena razia gabungan di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan, lantaran tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Alhasil Iwan dimintai uang sebesar Rp 1.200.000 oleh polisi tersebut.
"Setelah itu saya diminta untuk berkomunikasi dengan polisi yang menilangnya, saya pikir, demi kelancaran bisnis saya akan bantu. Saya mengatakan mitra polisi dan bekerja untuk pers, setelah itu si polisi yang mengaku bernama Widodo mengatakan akan membantu dan menurunkan denda menjadi Rp 600 ribu saja. Saya bilang saya tak punya uang untuk membantu sebanyak itu. Mereka beralih minta pulsa dengan nada memaksa atau teman saya ditahan," beber Jimmy.
Akhirnya, sambung Jimmy, saya pergi ke minimarket dan membelikan pulsa masing-masing Rp 50 ribu, untuk dua nomor yang mereka berikan. "Posisi telepon tidak boleh dimatikan memaksa saya untuk mentransfer pulsa masing-masing Rp 50 ribu," ujarnya.
Tidak sampai di situ, si penelepon Widodo meminta Jimmy untuk mengirim pulsa lagi senilai Rp 50 ribu ke dua nomor tersebut. "Dengan berat hati saya belikan pulsa masing-masing Rp 50 ribu lagi, terakhir mereka bilang nomor yang saya transfer salah. Dengan penuh kekesalan, untuk ketiga kalinya saya transfer masing-masing Rp 50 ribu lagi, jadi total Rp 300 ribu," tutur Jimmy.
Setelah itu, masih kata Jimmy, telepon saya matikan, dan orang yang mengaku sebagai Iwan kembali menelepon dan mengaku tetap ditahan. Kemudian, seseorang yang yang mengaku komandan atas nama Bambang yang mengaku Satlantas Polda Metro minta berbicara dengan Jimmy.
"Si Bambang ini bilang dia akan antarkan teman saya bersama anak buahnya dan akan diberikan uang Rp 1 juta, asal saya transfer pulsa sebesar Rp 400 ribu ke nomor lain yang akan dia kasih, dalihnya untuk penggerebekan narkoba, saya bilang saya tidak memiliki uang lagi, karena dompet ada di istri dan saya sedang ada masalah dengan istri," tukasnya.
Jimmy mengatakan, Bambang marah mendapat jawaban itu serta mengancam akan dipidanakan dengan berbagai alasan. "Saya katakan, silakan karena saya sudah rekam semua percakapan anda. Dia tetap memaksa saya untuk kirim pulsa lagi Rp 400 ribu, agar penggerebekan narkoba bisa batal," terang Jimmy.
Karena penasaran, Jimmy mencoba menghubungi teman bisnisnya yang bernama Iwan, dan ternyata orangnya ada di rumah dan tidak kena tilang.
"Lalu teman saya (Iwan) telpon ke nomor yang mengaku sebagai teman saya tersebut. Dia bilang sedang di Polres Cilandak ditahan karena tak bawa SIM. Teman saya langsung bilang, saya Iwan, bagaimana mungkin anda juga Iwan. Telpon langsung dimatikan. Ketika saya mencoba hubungi ke semua nomor yang mereka berikan. Semua masih aktif dan sebagian sibuk. Saya curiga mereka sedang melakukan hal yang sama ke banyak orang di luar sana," pungkasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya