Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ditawarkan Rp 7 M, bekas bangunan pasar darurat Klewer tak laku dilelang

Ditawarkan Rp 7 M, bekas bangunan pasar darurat Klewer tak laku dilelang Bangunan bekas Pasar Klewer. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Bekas bangunan pasar darurat Klewer, yang menempati Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, mangkrak. Setelah pembangunan Pasar Klewer yang ludes terbakar akhir 2014 lalu selesai, para pedagang pun pindah ke pasar yang baru.

Bangunan pasar di sisi timur Alun-alun Utara tersebut mangkrak dan kondisinya rusak. Sedangkan bangunan di sisi barat, masih digunakan oleh ratusan pedagang Pasar Klewer timur, yang juga sedang direvitalisasi.

Pemerintah Kota Solo telah dua kali melakukan lelang pembongkaran sebagian kios pasar darurat. Namun, karena nilainya dianggap terlalu tinggi, tak satupun yang melakukan penawaran. Pemkot Solo berencana membatalkan lelang tersebut dan akan memanfaatkan bongkaran bangunan untuk kepentingan warganya.

"Untuk lelang resmi kami batalkan, kami akan memanfaatkan sebagian bahan bangunan itu untuk mendirikan hunian sementara bagi warga RW 23 Kelurahan Semanggi," ujar Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Selasa (27/3).

Wali kota yang akrab disapa Rudy itu menyampaikan, ide pemanfaatan ulang material kios darurat itu terkait program penataan kawasan kumuh di Semanggi, yang diselenggarakan Pemkot bersama pengelola program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Program pemerintah pusat tersebut, rencananya berlangsung bertahap mulai tahun ini.

"Untuk material yang berbahan besi bisa digunakan lagi sesuai kebutuhan pembangunan hunian sementara. Nanti kita tinggal mengupayakan tambahan bahan bangunan, untuk melengkapi kekurangannya," jelasnya.

Rudy menambahkan, pihaknya juga sudah memiliki sejumlah alternatif lokasi hunian sementara bagi warga. Yakni kompleks Rumah Susun Sederhana Sewa Semanggi dan terminal angkutan kota. Minggu depan, lanjut Rudy, pihaknya akan menggelar rapat untuk membentuk kelompok kerja (pokja).

Rudy menilai, kedua lokasi tersebut bisa dimaksimalkan sebagai lokasi hunian sementara bagi 214 kepala keluarga (KK) di RW 23, yang menjadi sasaran penataan.

Sebanyak, Pemkot telah menggelar tender pembongkaran kios di sisi timur alun-alun itu sebanyak dua kali. Namun lelang tidak diminati kontraktor, lantaran ditengarai nilai penawaran terendah terlampau tinggi. Pemkot mematok nilai penawaran terendah sebesar Rp 7.289.105.100 dan uang jaminan sebesar Rp 1,5 miliar, dalam lelang yang digelar Mei 2017.

Lelang itu meliputi pembongkaran bangunan rangka baja, atap dan pondasi. Saat menyelenggarakan lelang ulang, hasilnya tetap nihil kendati Pemkot sudah menurunkan penawaran terendah. Kios tersebut sudah dikosongkan sejak tahun lalu.

"Sebenarnya bahan bangunannya masih layak digunakan lagi. Bahan utamanya besi, dinding dari Glassfibre Reinforced Cement (GRC), atap dari galvalum, serta pintu dari rolling door. Semuanya masih relatif bagus," tukas Kepala Dinas Perdagangan Subagiyo.

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP