Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Ditanya sekolah sampai pukul 17, siswa kesal & ekspresi tak terima'

'Ditanya sekolah sampai pukul 17, siswa kesal & ekspresi tak terima' Ilustrasi Anak Sekolah. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mewacanakan program full day school atau seharian di sekolah untuk jenjang SD hingga SMA. Namun wacana ini langsung menuai banyak polemik.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia, Retno Listyarti, mengaku pernah coba bertanya langsung pada siswa soal wacana itu. Pertanyaan itu sifatnya hanya ingin mengetahui respons mereka.

"Saya pernah ngetes sama anak-anak, saya kasih tahu kalau belajar diperkirakan sampai pukul 17.00 WIB. Mereka pada teriak dengan kesal tidak menunjukkan ekspresi asyik atau terima," ujarnya di LBH Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (18/8).

Bahkan, kata Retno, murid-murid kelas XII berdoa agar wacana tersebut diterapkan usai mereka lulus.

"Katanya moga-moga diterapkan pas mereka lulus, kata anak-anak dengar wacana itu," sambung mantan Kepala SMAN 3 Jakarta yang dipecat Gubernur Ahok beberapa waktu lalu.

Wacana ini, lanjutnya, bukan karena guru keberatan melakukan kegiatan belajar mengajar sampai sore. Namun, anak-anak butuh aktivitas positif lainnya seperti menyalurkan hobi.

"Gurunya enggak mau, bukan itu. Kami ingin anak-anak lebih ngerti dan mereka juga ada yang privat, kapan menyenangkan hobinya anak-anak ini, jangan diberikan beban kepada anak-anak. Pak menteri harus pikirkan hubungan orangtua degan guru," pungkasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP