Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ditangkap, otak pembunuhan di Pulomas teriak 'Saya tidak ikut Pak'

Ditangkap, otak pembunuhan di Pulomas teriak 'Saya tidak ikut Pak' Terduga pelaku pembunuhan di Pulomas. ©2016 merdeka.com

Merdeka.com - Petugas gabungan menangkap pelaku perampokan disertai dengan pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur. Dua pelaku ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Jalan Kalong, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Rabu (28/12).

Saksi mata penangkapan, Ucok (24) mengatakan, Ramlan Butarbutar ditangkap di depan rumah kontrakan sekitar pukul 15.00 WIB. Bahkan, ia mendengar sebanyak empat kali tembakan keras.

"Satu orang ditangkap di dalam rumah kontrakan," katanya, Rabu (28/12).

Menurut dia, tak lama kemudian datang sebuah ambulans. Tersangka Ramlan dievakuasi ke mobil tersebut, bahkan sempat berteriak membantah bahwa ikut dalam perampokan sadis.

"Saya tidak ikut Pak, saya tidak ikut Pak," kata Ucok menirukan ucapan Ramlan.

Sementara itu, satu tersangka Erwin Situmorang dimasukkan ke dalam sebuah mobil pribadi. Kepolisian bersenjata lengkap itu lalu pergi meninggalkan lokasi.

"Lokasi kemudian dipasang garis polisi, warga tidak boleh mendekat," katanya.

Ramlan pun tewas saat perjalanan ke RS Polri karena kehabisan darah.

Seperti diketahui, perampokan sadis terjadi pada Senin (26/12) sore di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur. Rumah mewah itu milik Ir Dodi Triono.

Dalam kejadian itu enam orang tewas. Identitas korban yakni, Dodi Triono (59) selaku pemilik rumah, Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9) anak ketiga dari Dodi, Amel teman anak korban, Yanto sopir, dan Tasrok (40) sopir.

Sedangkan korban selamat yakni, Emi, Zanette Kalila Azaria, Santi, Fitriani, dan Windy (23). Para korban masih dalam perawatan intensif karena mengalami trauma berat.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP