Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Distribusikan beras murah, jatim gelar operasi pasar di 122 titik

Distribusikan beras murah, jatim gelar operasi pasar di 122 titik Operasi pasar di Jatim. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Untuk menjaga stabilisasi harga beras yang mengalami kenaikan, sejumlah pasar tradisional di daerah, menggelar operasi pasar. Setidaknya ada 122 pasar tradisional di Jawa Timur yang dijadikan lokasi operasi, salah satunya Pasar Wonokromo, Surabaya.

Di Pasar Wonokromo ini, sejak Rabu pagi (25/2), sejumlah petugas dari Bulog serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, disiagakan.

Menurut Kepala Bulog Divre Jawa Timur, Witono mengatakan, operasi pasar ini dilakukan pihaknya, selain untuk distribusi beras murah bagi masyarakat, juga untuk antisipasi pembelian beras dengan jumlah banyak, yang kemudian dijual kembali dengan harga mahal.

"Untuk itu, harus dilakukan pengawasan secara ketat oleh petugas di lapangan," kata Witono di Pasar Wonokromo.

Dalam operasi pasar ini sendiri, Bulog menyediakan 1.000 ton beras untuk setiap titik atau pasar. Harga beras yang dijual, untuk beras jenis medium 15, dijual Rp 7.300 perkilogramnya.

"Operasi pasar ini, kita gelar di 122 titik pasar di Jawa Timur. Tiap pasar, kita sediakan 1000 ton beras, kalau kurang akan kita tambah lagi, karena stok beras kita masih banyak," terangnya.

Sementara dari pantauan di lapangan, sejumlah konsumen berjubel membeli beras murah yang dibungkus per lima kiloan. "Operasi pasar ini akan terus kita lakukan hingga harga beras di pasaran turun dan benar-benar stabil," katanya.

Dia juga memaparkan, stok beras yang ada di Gudang Bulog Jawa Timur sendiri, masih sekitar 412 ribu ton. Sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jawa Timur selama delapan bulan ke depan.

Bahkan, kata Witono, juga masih cukup untuk suplai luar Jawa Timur. "Seperti kita ketahui, saat ini, harga beras mengalami kenaikan, termasuk di Jawa Timur," ucapnya.

Sementara data dari Disperindag Jawa Timur menyebut, harga beras terendah pada pekan lalu, berada di kisaran Rp 8.000 per kilogramnya, dan saat ini naik menjadi Rp 9.500 per kilogramnya. Sedangkan harga beras termahal pada pekan lalu, yaitu Rp 11.000 naik menjadi Rp 12.000 per kilogramnya.

"Kita sendiri belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan itu. Penyebabnya bisa jadi karena cuaca yang berdampak pada produksi panen, bisa juga karena spekulasi pasar yang dimainkan oknum tertentu. Kita belum tahu pasti," pungkasnya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP