Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diskusi dibubarkan, Komunitas Salihara kecam polisi

Diskusi dibubarkan, Komunitas Salihara kecam polisi Buku Irshad Manji. merdeka.com/Henny Rahma Sari

Merdeka.com - Komunitas Salihara menyayangkan aksi yang dilakukan aparat keamanan dengan membubarkan acara diskusi dan bedah buku semalam. Menurut komunitas Salihara, acara diskusi dan bedah buku berjudul 'Allah, Liberty and Love' sudah lama disosialisasikan.

"Saya bisa pastikan bahwa tidak benar bahwa ada kontak dari kepolisian untuk datang kesini. Acara ini sudah diumumkan jauh-jauh hari, di website dan twiter, jadi ini bukan acara yang mendadak, polisi yang dadakan," ujar Program Manager Komunitas Salihara Ening Nurjanah dalam jumpa pers di teater Salihara, Jl Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (5/4).

Menurut Ening, sekitar puluhan aparat kepolisian berada di teater Salihara saat puluhan orang meminta acara tersebut dibubarkan. Namun polisi justru mengakomodir permintaan orang-orang tersebut untuk membubarkan acara diskusi dan peluncuran buku.

"Kami pihak panitia merasa dihianati oleh polisi dan menyesalkan karena polisi tunduk pada massa pengganggu dan mengancam tidak memberi perlindungan keamanan jika diskusi masih berlangsung. Dimana hak warga negara dalam kebebasan berserikat, berkumpul dan berekspresi seperti yang dijamin konstitusi," terangnya.

Massa, menurut Ening juga sempat merusak pagar dan menyobek spanduk yang ada di depan pintu pagar Salihara. Namun, dijelaskan Ening, suasana malam itu tidak terlalu dramatis karena memang tujuannya hanya untuk berdiskusi terkait peluncuran buku baru Irshad Manji.

"Sebetulnya suasana semalam itu tidak terlalu dramatis ya, karena kami akhirnya turut mengajak perwakilan dari ormas dan polisi untuk negosiasi," tutur Ening.

Akhirnya, setelah negoisasi yang berlangsung alot, Irshad pun bersedia meninggalkan ruangan dengan catatan dia mau menyelesaikan diskusinya terlebih dahulu.

"Ya akhirnya Irshad pun bersedia keluar tapi dengan syarat dia mau berbicara dulu, dan kami pihak panitia menginginkan pengawalan ketat saat Irshad meninggalkan ruangan," tutur Ening.

Namun atas insiden ini komunitas Salihara belum berencana untuk menindak lanjuti ke ranah hukum. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP