Dishub Jabar bakal buka rute baru bus menuju Bandara Kertajati
Merdeka.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat menyiapkan aksesibilitas transportasi menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Kadishub Jabar, Dedi Taufik mengatakan, sejauh ini akses menuju Kertajati baru satu yang dipersiapkan yakni Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari Bandung ke Indramayu atau sebaliknya. Rute itu menempuh Bandung-Sumedang-Kadipaten-Kertajati-Indramayu.
"Untuk menambah fasilitas angkutan ke Kertajati dari Bandung dan Cirebon, rute anyar dipersiapkan dengan transportasi Antar Jemput Dalam Provinsi (AJDP). Untuk kabupaten/kota lainnya menyusul," ujar Dedi saat dihubungi, Jumat (20/4).
Untuk rute, jalur Bandung dan Cirebon bisa memakai Tol Purbaleunyi dan Tol Cipali.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, titik point baru sebagai intermoda transportasi saat ini sedang disiapkan Dishub Jabar untuk memudahkan masyarakat di kabupaten/kota lain.
Titik itu nantinya akan atraktif melayani kebutuhan angkutan darat menggunakan transportasi berbasis bus. Ia berharap, adanya transportasi bisa memudahkan masyarakat menuju bandara.
"Integrasi intermodanya antara terminal, bis dan kita sedang rencanakan yang akan menghubungi Kertajati dengan terminal lainnya." tandasnya.
Hingga April, pengerjaan pembangunan fisik jalan berupa akses nontol menuju BIJB sudah lebih dari 50 persen. Dedi pun optimistis bulan Mei, aksesibilitas tersebut bisa berfungsi penuh.
Ia mengatakan, pembangunan fisik aksebilitas nontol ini dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Panjangnya mencapai 1.8 kilometer dengan lebar 50 meter.
Pengerjaan fisik dilakukan setelah 24 hektar lahan yang dibutuhkan selesai dibebaskan pada Desember 2017 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Lahan ini juga berdiri diatas bidang milik Pemprov Jabar," ujar Dedi.
Akses bukan tol ini menurut Dedi cukup vital karena akan menjadi penghubung langsung jalur arteri Kabupaten Majalengka menuju lokasi bandara. Akses ini lokasinya berjarak sekitar empat kilometer dari gerbang tol (GT) Kertajati.
"Akses nontol adalah akses utama karena itu menjadi akses yang dibutuhkan untuk aksesibilitas" ungkapnya.
Kaitan dengan aksebilitas menuju Bandara Kertajati ini, integrasi juga akan terhubung dengan Tol Cipali. Pemprov Jabar lanjut dia, saat ini masih melakukan pembebasan lahan untuk kebutuhan jalan sepanjang 2,4 kilometer.
Keberadaannya akan terhubung langsung dengan interchange di kilometer 157 Tol Cipali. Diperkirakan fisik pembangunan tol tersebut dimulai 2019 sejalan dengan rampungnya Tol Cisumdawu.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya