Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diserang TNI, anggota Brimob di markas Simongan dilarang keluar

Diserang TNI, anggota Brimob di markas Simongan dilarang keluar Mako Brimob Simongan Semarang. ©2015 Merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Saat terjadi penyerbuan oleh ratusan anggota Penerbang TNI AD (Penerbad) ke Markas Brimob Polda Jateng Simongan di Jalan Kumudasmoro, Kota Semarang, Jawa Tengah, terdengar pengumuman lewat speaker. Bunyi pengumuman itu adalah seluruh anggota Brimob tidak boleh keluar dari markas. Sementara di luar tembok markas sudah dikepung ratusan anggota dari Penerbad.

"Tak berselang lama, datang beberapa mobil, ada tulisannya Penerbad. Mobil dari Brimob Srondol juga datang. Mungkin untuk mengamankan anggotanya sendiri," ungkap YK, saksi mata penyerangan berumur 60 tahun, yang kebetulan sedang menginap di rumah menantu di asrama Kompleks Markas Brimob Simongan Semarang kepada merdeka.com Minggu (11/7).

YK mengaku setelah kerusuhan itu baru sekitar pukul 03.00 WIB beberapa warga sekitar asrama Brimob Simongan di dalam Kompleks Markas Brimobda Simongan bisa keluar untuk mencari makanan sahur. "Saya bisa keluar dari asrama untuk cari makan sahur setelah situasi sepi sekitar pukul 03.00 WIB," terangnya.

Insiden penyerbuan ratusan anggota Penerbang TNI AD itu diketahui oleh warga sekitar di luar asrama. Namun, mereka tidak berani berbuat apa-apa karena takut.

"Warga yang tinggal di depan sini (Condro Kusumo RT 8) tahu semua. Tapi enggak bisa berbuat apa-apa, disuruh masuk, enggak boleh keluar, warga ketakutan," akunya.

Salah seorang anggota Brimob Simongan yang berjaga di depan Mako membenarkan bahwa kelompok tersebut dari TNI Penerbad. "Kondisi Mako sedang sepi karena banyak anggota sedang bertugas di luar kota melakukan pengamanan lebaran. Padahal mereka (anggota Penerbad) juga sering latihan menembak di sini," ujarnya.

Dari hasil pantauan di lokasi kejadian, pada pukul 14.20 WIB siang tadi tampak mobil Inafis Polrestabes Semarang masuk di Markas Satuan Brimob Polda Jateng Detasemen A Pelopor Subden 2 Jalan Kumudasmoro Gisikdrono, Semarang Barat.

Beberapa menit kemudian disusul mobil dinas Suzuki Grand Vitara yang diduga mobil dinas Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin. Mako tersebut dijaga ketat.

Terlihat ada warga sipil hendak masuk di pos penjagaan, namun tidak diperbolehkan masuk. Begitupun wartawan hanya bisa melakukan pantauan dari luar markas.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP