Disebut terlibat, bos Koran Riau curhat anaknya malu sekolah
Merdeka.com - Pemimpin redaksi sekaligus pimpinan perusahaan Koran Riau, Edi Ahmad RM, sempat mencurahkan isi hati saat bersaksi dalam sidang terdakwa kasus suap pengajuan revisi alih fungsi lahan di Provinsi Riau, Gulat Medali Emas Manurung, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (22/12).
Dia mengaku anaknya sempat enggan sekolah lantaran dia sempat disebut ikut ditangkap bersama Gubernur Riau, Annas Maamun, dan Gulat.
"Saya sempat diberitakan ikut ditangkap yang mulia. Akibat itu, satu bulan anak saya enggak sekolah karena diledek teman-temannya," kata Edi.
Edi mengatakan, dia tidak pernah tahu kalau tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah membuntuti Annas. Dia juga baru tahu Annas diciduk ketika sudah dalam perjalanan kembali ke Pekanbaru, Riau, dari Jakarta.
"25 Oktober saya check out dari Hotel Le Meridien. Saya sempat SMS Gulat, 'di mana bro?' Katanya lagi menjalankan perintah gubernur. Saya berangkat pagi. Setelah penangkapan saya ditelepon dari nomor yang tidak saya kenal. Ternyata ajudan ibu, Ica, katanya Pak Annas ditangkap," ujar Edi.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya