Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Disebut terima dana, Ganjar siap buka-bukaan soal proyek e-KTP

Disebut terima dana, Ganjar siap buka-bukaan soal proyek e-KTP Ganjar Pranowo. parwito©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali menegaskan tidak pernah menerima aliran dana terkait proyek pengadaan e-KTP pada 2011-2012. Dalam dakwaan dua terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP yakni Sugiarto dan Irman disebut Ganjar menerima USD 520 ribu saat masih menjadi anggota Komisi II DPR dari PDIP.

"Oh enggak, saya enggak menerima. Masih sama seperti yang kemarin. Belum berubah saya. Belum berubah," ungkap Ganjar Pranowo usai melakukan kunjungan kerjanya dari Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (10/3).

Menurut Ganjar, jika ada salah satu saksi persidangan kasus e-KTP menyatakan dalam dakwaan dirinya menerima uang di Ruang Mustokoweni, Kompleks DPR Senayan, Jakarta, baginya itu adalah pengakuan spekulatif dan ada skenario dalam pengakuanya. Ganjar pun menantang kepada para saksi-saksi dipersidangan terkait apakah dirinya menerima secara langsung atau tidak uang proyek e-KTP.

"Siapa? Oh iya, mungkin lho. Menyerahkanya ke Ruangan Mustokoweni. Tapi menyerahkan ke saya nggak? Ada cerita nggak di situ? Nah saya tunggu ceritanya itu," kata politikus PDIP ini.

Ganjar mengaku menerima beberapa informasi terkait tudingan dirinya menerima suap proyek e-KTP, bahwa ada spekulasi yang beredar terkait tudingan itu. Sampai hari ini, dirinya kembali lagi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang suap tersebut.

"Jadi kira-kira gini lho spekulasinya, Ganjar menerima kan gitu to, sejumlah itu. Nah, hari ini statement saya, saya tidak pernah menerima, " bebernya.

Ganjar kembali menjelaskan, jika skenario dan spekulasi yang kedua adalah dirinya mendapatkan jatah uang suap. Namun, dirinya menegaskan sampai hari ini merasa tidak mau menerima.

"Yang kedua, spekulasinya adalah Ganjar dapat jatah. Tapi tidak mau menerima," ungkapnya.

Lalu, skenario yang ketiga atau terakhir, dirinya mungkin mendapatkan jatah suap dari proyek e-KTP namun jatah tersebut tidak sampai dia terima secara langsung dan ada orang lain yang menerimanya.

"Skenario yang ketiga atau spekulasi yang ketiga adalah Ganjar mungkin sudah dijatah. Yo toh, terus dipegang orang lain. Nggak nyampe ke Ganjar. Gitu saja spekulasinya," ujarnya.

Ganjar mengaku sama sekali tidak mengetahui apakah dirinya sengaja dicatut namanya oleh orang lain dalam proyek e-KTP atau tidak. Namun, Ganjar yakin jika ada terdakwa yang mengaku dirinya menerima maka akan ada cerita yang lebih jelas mengungkapkan bagaimana proses penerimaan suap yang ditujukan kepada dirinya dengan lebih gamblang dan jelas terkait proyek e-KTP.

"Ya nggak tahu lah, dicatut apa enggak. Tapi kalau kemudian ada orang yang bercerita seperti itu akan ada orang yang bisa menjelaskan lebih baik begitu," ujarnya.

Ganjar menyatakan jika dirinya sudah dipanggil sebagai saksi dalam pemeriksaan oleh KPK. Jika dirinya diminta untuk memberikan keterangan di persidangan maka dirinya akan menjelaskan sejelas-jelasnya terkait tudingan tersebut dan tidak akan ditutup-tutupi.

"Oh aku wes (sudah) dipanggil sebagai saksi kok. Yo (Ya) tergantung mereka. Kalau memang saya harus menjelaskan, kita jelaskan. Nggak ada yang kita tutup-tutupi," pungkasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP