Disarankan Jangan Mudik Iduladha, Penumpang Kereta Api Justru Meningkat
Merdeka.com - Iduladha tahun ini terasa berbeda karena terjadi di tengah pandemi Covid-19. Kepala Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Wiku Adisasmito bahkan menyarankan sebaiknya masyarakat Indonesia tidak mudik pada libur hari raya Iduladha kali ini.
Hal ini dikarenakan lima provinsi di Indonesia masih sangat berisiko Covid-19. Kelima provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.
"Wilayah-wilayah tersebut merupakan asal dan tujuan mudik masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, terutama menjelang Iduladha, masyarakat diimbau agar tidak melaksanakan mudik," ujar Wiku di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (30/7).
Saran Wiku untuk tidak mudik tidak diindahkan, lantaran pada Kamis pagi, sebanyak 3.900 orang telah melakukan perjalanan menggunakan kereta api. Data tersebut dihimpun oleh PT KAI DAOP 1. Total kursi yang disediakan PT KAI hari ini mencapai 4.385 kursi.
Jumlah tersebut merupakan 70 persen dari total keseluruhan kursi di disediakan KAI dalam satu hari pemberangkatan. Tentunya saat sebelum Covid-19 mewabah. Sebab, saat ini harus menjaga jarak, sehingga tidak semua kursi dipenuhi.
Menjelang Hari Raya Iduladha 1441 H di tengah pandemi, jumlah pemudik tetap mengalami peningkatan hingga dua kali lipat.
Saat dihubungi merdeka.com, Kepala Humas PT KAI DAOP 1 Eva Chairunisa mengatakan bahwa dari jumlah kursi yang disediakan oleh KAI, kemungkinan akan terjual habis semuanya pada hari ini. Pasalnya, data terakhir yang menunjukkan angka 3.900 pemudik dihimpun tadi pagi.
"Itu update tadi pagi, mungkin akan ada terus penambahan ya, soalnya 1.900 hanya untuk keberangkatan pagi ini saja," ujar Eva kepada merdeka.com.
Calon pengguna KAI harus memenuhi syarat sebelum bisa mengikuti perjalanan. PT KAI telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebelum melakukan perjalanan. KAI tidak segan-segan untuk mengembalikan semua biaya perjalanan calon penumpang, bila penumpang tidak memenuhi persyaratan tersebut.
"Kalau tidak memenuhi syarat, tidak boleh melakukan perjalanan. Uangnya kita balikkan 100 persen," ujarnya.
Wajib Patuhi Protokol
Protokol kesehatan standar yang harus dilakukan adalah memakai masker, jika ditemukan warga yang tidak memakai masker maka akan disuruh untuk mencari masker sampai ketemu. Namun begitu, KAI memberikan face shield secara Cuma-Cuma atau gratis.
"Kalau tidak pakai masker, harus cari sampai dia pakai. Kalau tidak, akan disuruh pulang," ujarnya.
Selain itu, bagi calon penumpang yang suhunya 37,3 persen juga tidak boleh melanjutkan perjalanan. KAI tidak hanya membuat peraturan semata saja, namun KAI benar-benar menerapkannya.
Sebelum kewajiban membawa Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM) dihapuskan, Eva mengatakan bahwa banyak ditemukan masyarakat yang tidak memiliki SIKM dan dengan terpaksa tidak jadi pergi. Dalam sehari rata-rata bisa sampai 30 orang calon penumpang yang harus menunda atau bahkan membatalkan perjalanannya karena tidak memiliki SIKM. Namun sekarang, semenjak peraturannya dihapus, hampir tidak ada lagi yang melanggar, paling yang sudah melakukan registrasi online namun tidak bawa berkas langsung.
"Untuk yang tidak memiliki surat rapid, di refund 100 persen. Dulu bisa 10-30 orang per hari yang tidak memenuhi syarat karena tidak ada SIKM atau surat hasil rapid test," ujarnya
Intinya, kata Eva, calon penumpang tidak memenuhi syarat jika tubuhnya tidak sehat atau suhu tubuhnya naik kemudian jika dia tidak memiliki berkas administrasi.
Ada pun 4 penambahan perjalanan kereta dari keberangkatan Stasiun Gambir, yaitu tujuan relasi Solo, kemudian relasi Yogyakarta, ada juga Surabaya Pasar Turi dan Surabaya Gubeng. Jadi totalnya pada 30 Juli ini, ada 11 perjalanan KA. 7 dari Stasiun Gambir, 4 perjalanan KA dari Stasiun Pasar Senen. Sedangkan daerah yang paling banyak dituju pemudik adalah Yogyakarta, Tegal, Semarang, Purwokerto, Purwosari dan Surabaya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya