Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dirut RSPI Sulianti Saroso Kritik Rumah Pasien Positif Corona Dipasang Garis Polisi

Dirut RSPI Sulianti Saroso Kritik Rumah Pasien Positif Corona Dipasang Garis Polisi Direktur Utama RSPI Prof dr Sulianti Saroso, Mohammad Syahril. ©2020 Merdeka.com/Ronald Chaniago

Merdeka.com - Dirut RSPI Prof. dr. Sulianti Saroso Mohammad Syahril mengkritisi pemasangan garis polisi di rumah kasus 01 & 02 positif virus corona atau Covid-19. Hal itu ia sebut berlebihan dan justru membuat resah masyarakat.

"Sekali lagi tolong jangan juga berlebihan tracking itu ya. Jangan pakai police line segala macam membuat masyarakat tidak nyaman. Takut kita membuat suasana enak lah ya," katanya di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (5/3).

Sementara itu saat ditanyakan terkait apakah ada orang lagi yang kontak langsung dengan kasus 1 dan kasus 2, Syahril mengaku tengah ditelusuri.

"Itu tergantung dinas kesehatan ya. Kan tracking," katanya.

Sebelumnya, pihak kepolisian memasang garis polisi di rumah pasien Corona yang tinggal di Depok, Jawa Barat. Pemasangan garis polisi dilakukan agar warga tidak mendekati lokasi.

"Ini garis polisi sekedar pengamanan jangan sampai melewati karena informasi dari Dinkes ada yang mengamankan asisten rumah tangga," kata Kapolsek Sukmajaya, AKP Ibrahim, Senin (2/3).

Garis polisi dipasang sejauh 20 meter dari rumah pasien. "Ini posisinya 20 meter dari posisi terakhir di mana pasien atau yang didiagnosa berada. Menurut aturan Dinkes, kita harus berada di radius 20 meter itu saja," paparnya. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP