Dirut PLN Sofyan Basir sambangi KPK bahas kasus Rolls Royce
Merdeka.com - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Sofyan Basir menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Dia mengakui kedatangannya tersebut untuk membahas soal dugaan suap oleh perusahaan penyedia mesin asal Inggris, Rolls-Royce kepada pejabat PLN yang juga menyeret nama mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.
"Iya (soal Rolls-Royce turut dibahas)," kata Sofyan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/1).
Sofyan mengatakan, Rolls Royce terlibat dalam pengadaan dan pemeliharaan mesin pembangkit listrik PLN di Kalimantan. Ini terjadi dalam kurun waktu tahun 2003-2013. Namun, dia mengaku tak mengetahui proyek antara PLN dan Rolls Royce tersebut. Sebab, dia baru menjadi Dirut PLN pada 2015.
"Saya sendiri karena baru masuk 2015 jadi sedang dikaji," ujarnya.
Sebelumnya, KPK tengah menyelidiki informasi soal dugaan suap dari perusahaan Rolls Royce kepada pejabat di PT PLN Persero terkait pemenangan proyek pada 2007. Informasi ini didapatkan KPK dari investigasi lembaga antikorupsi Inggris, Serious Fraud Office (SFO).
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengakui, KPK telah menerima banyak dokumen dari SFO, termasuk mengenai PLN. Namun, KPK hingga kini masih mempelajari semua kasus yang diterima.
"Sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, kami (KPK) mendapat informasi banyak dari SFO dan CPIB (lembaga antikorupsi Singapura). Kami sedang pelajari lebih lanjut," kata Febri di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/1).
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya