Direnggut kabut asap, bayi Husen meninggal usai 2 hari terkena ISPA
Merdeka.com - Kematian bayi berusia 28 hari, Muhammad Husen Saputra, Selasa (6/10) malam lalu menyisakan banyak cerita bagi pasangan Hendra (33) dan Mursidah (34). Sebab, kepergian anak mereka sangat menyakitkan hanya dua hari usai mengidap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Mursidah mengatakan, sebelum mengidap penyakit itu, bayinya selalu sehat dan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarganya. Apalagi bagi dua saudara bayi tersebut, Nurul Aisah (7) dan Muhammad Nopal Zuanda (2).
Menurut Mursidah, saat dilahirkan melalui operasi caesar pada 11 September lalu, Husen memiliki bobot sekitar 2,5 kilogram. Berat badannya terus bertambah hingga menjadi 3,5 kg.
"Alhamdulillah, selama ini sehat-sehat saja. Mimik (nyusu ASI) lancar, tidak ada masalah," kata Mursidah kepada merdeka.com, Kamis (8/10).
Pulang dari rumah sakit usai persalinan, Mursidah dan ketiga anaknya, termasuk almarhum Husen, memilih tinggal di rumah saudaranya di Jalan Sentosa, Palembang, tak jauh dari tempat tinggalnya di Jalan Talang Banten, Lorong Banten I, Kelurahan 16 Ulu, Palembang.
Hal itu lantaran rumah Mursidah sangat kecil, hanya berukuran 3x4 meter dan terbuat dari papan, sehingga akan sulit mengasuh Husen. Apalagi kamar mandi berada jauh dari rumahnya.
"Waktu di rumah saudara saya, saya jarang ajak anak saya itu (Husen) keluar rumah karena takut asap. Paling kalo udara agak bagus baru keluar," ucap Mursidah.
Tak disangka, Husen mengalami sesak napas pada Senin (5/10) malam. Dua hari kemudian, Husen meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang, Selasa (6/10) pukul 19.30 WIB.
"Itulah yang saya sesalkan. Sebelumnya sehat, tapi karena kena ISPA tak sampai dua hari saja meninggal," imbuh Mursidah sambil menahan rasa sedih.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya