Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dirazia, Surono digelandang ke kantor BNNP karena tak bisa kencing

Dirazia, Surono digelandang ke kantor BNNP karena tak bisa kencing Ilustrasi tes urine. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Empat pemuda diamankan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah saat melakukan razia tempat kos di Jalan Lamongan Barat V, No.10, Kel Sampangan, Kec Gajahmungkur, Jawa Tengah Tiga dari empat orang tersebut dinyatakan positif menggunakan narkotika yang diduga jenis pil koplo usai dilakukan tes urine.

Namun, satu orang lagi ikut dibawa petugas karena dites urine di lokasi razia mengaku tidak bisa kencing. Ketiga pemuda tersebut adalah; Ian (23) warga Jalan Imam Bonjol, Semarang, Eko (24) warga Jalan Cumi-cumi Bandarharjo, dan Putut (20) warga Semarang Utara. Sementara, seorang pemuda yang dicurigai petugas BNNP Jateng dan dibawa ke kantor adalah Surono (23).

Kabid Pemberantasan BNNP Jawa Tengah, AKBP Suprinarto kepada merdeka.com menceritakan, rombongan razia, petugas BNNP Jateng didampingi Satpol PP Kota Semarang, TNI dan Polri datang sekitar pukul 11.00 WIB di tempat kos mewah khusus wanita.

"Kami gedor pintu kamar, satu per satu penghuni kos kami lakukan tes urine," ceritanya.

Namun saat naik ke lantai 2, kata Suprinarto, ada salah satu kamar berisi empat orang pemuda. Saat akan dites urine, mereka mengaku tak dapat buang air kecil. Namun, saat petugas memaksa, mereka akhirnya mengumpulkan sampel urine.

"Setelah selesai dites, urine ketiga pemuda ini mengandung zat amphetamine, yakni sebuah zat yang digunakan sebagai bahan dasar sabu, namun saat ditanya mereka hanya minum oplosan obat batuk dan obat sakit kepala," jelasnya.

Salah satu pemuda lainya Eko mengaku berada di tempat kos wanita itu karena saat itu sedang mengunjungi adiknya. Saat petugas datang, adik Eko sedang keluar membeli makan.

"Adik saya sedang keluar kos buat membelikan makan. Saya ke sini berkunjung saja," paparnya.

"Sebelum ke sini, kita minum oplosan itu dulu di jalan Layur, kita beli obat batuk cair seharga 50 ribu, dan dicampur pakai obat sakit kepala. Efeknya sih pusing-pusing dan ngantuk gitu," timpal pemuda lainnya, Putut.

Suprinarto menambahkan, untuk memastikan dan penyelidikan lebih lanjut, akhirnya keempat pemuda tersebut dibawa ke kantor BNNP Jateng. "Bila keempat-empatnya terbukti memakai narkoba, akan kita tindak lanjuti dengan proses hukum karena sepertinya mereka berbelit-belit saat dilakukan proses pemeriksaan," pungkasnya. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP