Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dipulangkan ke kampung halaman, eks anggota Gafatar rugi Rp 500 juta

Dipulangkan ke kampung halaman, eks anggota Gafatar rugi Rp 500 juta Kapal pengangkut pengungsi eks gafatar tiba Jakarta. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemulangan bekas anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dari Kalimantan Barat ke kampung halamannya masing-masing menyisakan cerita pilu. Kebanyakan dari mereka mengaku rugi lantaran sudah menjual harta berharga untuk hijrah ke Kalimantan, tapi akhirnya harus dipulangkan lagi ke kampung halamannya.

Ikhsan, satu dari puluhan bekas anggota Gafatar yang dipulangkan Pemerintah Provinsi Sumsel, Selasa (9/2) kemarin. Ikhsan yang beristrikan orang Palembang itu menceritakan, dirinya sudah tak memiliki apa-apa. Sebab semua harta bendanya sudah dijual untuk modal berangkat ke Kalbar beberapa bulan lalu. Uang tersebut sebagai modal hidup sebelum mendapatkan hasil bercocok tanam.

"Semuanya sudah terjual, di Palembang tidak ada apa-apa lagi, rumah juga terjual," ungkap Ikhsan, Rabu (10/2).

Saat tinggal di Kayoung Utara, Kalbar, dia bersama beberapa orang diberikan lahan seluas 60 hektar. Lantaran kurang tenaga, dia baru menggarap delapan hektar. Lahan tersebut ditanami beragam jenis sayuran dan belum sempat panen.

"Karena semuanya ditinggal di sana (Kalimantan), saya rugi sekitar Rp 500 juta. Uang itu sangat besar bagi saya," ujarnya.

Dia berharap, pemerintah setempat memikirkan nasibnya dan eks anggota Gafatar yang lain. Sebab, menurut dia, mayoritas warga yang dipulangkan bernasib sama dengan dirinya. "Kami tidak kenapa apa yang kami kerjakan dilarang pemerintah. Seharusnya, kami dibantu juga bukan cuma dipulangkan saja," kata Ikhsan dengan penuh harap. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP