Dipta Anindita pernah diminta kembalikan Mahkota Putri Solo
Merdeka.com - Sebulan setelah dinobatkan sebagai Putri Solo 2008 Dipta Anindita mempunyai setumpuk tugas yang harus diemban. Namun bukannya menjalankan tugas, Dipta justru menghilang entah ke mana. Akibat ulahnya tersebut Paguyuban Putra-Putri Solo (PPS), sempat kelabakan dan harus melimpahkan tugas tersebut ke finalis PPS lainnya.
Pembina Paguyuban PPS Febri Dipo Kusumo kepada merdeka.com mengaku sangat kecewa atas sikap Dipta tersebut. Akibatnya Paguyuban PPS terpaksa menarik seluruh atribut termasuk mahkota PPS yang pernah disematkan.
"Dia itu sebenarnya anaknya cantik, pintar, baik, dan punya kemampuan. Tapi karena dia tidak memenuhi kewajibannya, ya terpaksa kita minta kembali," ujar Febri ketika dihubungi merdeka.com, Jumat (1/2).
Menurut Febri Dipta yang sudah dinobatkan sebagai Putri Solo mengemban tugas yang tidak ringan, yakni menjadi ikon atau duta wisata Kota Solo, mendampingi setiap acara wali kota Solo, serta wajib ikut program promosi budaya bersama Dinas Pariwisata.
"Seharusnya tugasnya itu, tapi saya nggak tahu kenapa dia kelihatannya takut. Eh tahu-tahu malah menghilang," tambahnya.
Sebagai pembina Paguyuban PPS Febri mengaku kecewa dengan apa yang dialami Dipta saat ini. Febri menyanggah telah salah pilih, saat menganugerahkan juara PPS kepada Dipta. Lantaran semuanya telah sesuai prosedur.
"Kita kan nggak tahu sifat dan nasib seseorang. Dulunya baik jika sekarang mengalami nasib yang tidak baik kan kita tidak tahu. Seperti kasus Angelina Sondakh, kita kan juga tidak menyangka. Ini akan kami jadikan pelajaran, nanti dalam pemilihan PPS agar lebih baik lagi," pungkasnya.
Nama Dipta mulai ramai dibicarakan setelah sempat diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan KPK mencegahnya keluar negeri karena tersangkut kasus Irjen Pol Djoko Susilo. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya